Oleh: Andin Adyaksantoro
Makassar, 28 Agustus 2012
keinginan hati untuk menyapa dirimu
namun tak ada keberanian untuk memulainya
meski ku coba untuk memandang dirimu
namun...kau tak jua mau memberiku peluang...
sudah lama sang waktu ku bujuk untuk bersamaku
menemaniku...
agar ku dapat bertutur sapa dengan dirimu..
tetapi...
sang waktu segera berpaling dari ku
dan tak mau kembali lagi...
kini..
tinggal lah daku dalam kesendirian
terdiam dalam pandangan nan melenakan..
tak ada guratan kesejukan di wajah ayumu...
mungkin..
kau telah menjawab sapaku yang hilang tertelan oleh sang waktu...
biarlah daku tersenyum dalam kepolosanku
tanpa perlu ada nada dan alunan yang mendayu
merindukan tentang kasmaranku pada dirimu
karena...telah ku tahu...jawabanmu..
kau tak ada rasa untuk ....membalas senyum polosku...pada mu..
agar ku dapat bertutur sapa dengan dirimu..
tetapi...
sang waktu segera berpaling dari ku
dan tak mau kembali lagi...
kini..
tinggal lah daku dalam kesendirian
terdiam dalam pandangan nan melenakan..
tak ada guratan kesejukan di wajah ayumu...
mungkin..
kau telah menjawab sapaku yang hilang tertelan oleh sang waktu...
biarlah daku tersenyum dalam kepolosanku
tanpa perlu ada nada dan alunan yang mendayu
merindukan tentang kasmaranku pada dirimu
karena...telah ku tahu...jawabanmu..
kau tak ada rasa untuk ....membalas senyum polosku...pada mu..