Puisi: Langkah tegarku
Oleh: Andin Adyaksantoro
30 Agustus 2010
kupandang mentari pagi yang datang menghampiriku
menyalami diriku
dan merangkul diriku
dalam keterpanaan yang tersirat....
Kau ucapkan padaku....
selamat ulang tahun kawan...
sahabat jauh yang selalu mengenangmu
sahabat yang selalu menyertaimu...kemana pun dikau pergi....
Terima kasih...sobatku...
aku senang kau bisa hadir saat daku sendirian
di saat daku pingin punya teman untuk berbincang....
Kau bercerita tentang perjalananmu yang jauh dan lama
tentang pendakianmu yang melelahkan...
tentang gelora semangatmu yang tak kan pernah pudar
aku tercenung...mendengarkan ceritamu....
Ternyata...bukan aku saja yang lelah berjalan
ternyata bukan aku saja yang merasa tersendirikan...
dirimu pun juga demikian....
namun....kau mampu untuk selalu tersenyum pada sang rembulan di malam gelap...
saling bergantian dan saling memerlukan ....untuk sang makhluk-Nya....
Kini ...ku sadari diri ini...
tak boleh mengeluh dan berpangku tangan...menyerah....
karena perjalananku masih jauh dan melelahkan....
aku harus melaluinya ...dengan tegar dan gagah...
Kuusap kembali peluh yang bercucuran di dahi....
terasa menyegarkan....
terasa lega di hati...
tak ada tantangan yang tanpa peluang...
semua harus dilewati...dilalui dengan tegar....
Senyumku kembali merekah
seiring dengan lambaian sang mentari yang tersenyum indah padaku
juga pada Pelangi yang berpendar....
mengiringi langkah tegapku untuk meraih asa yang tergantung di angan impianku...
yang terindah...dan bersinar...cemerlang....