Puisi: getar jemariku
Oleh: Andin Adyaksantoro
01 September 2010
Getar-getar jemariku yang menarikan tuts komputer
telah terasa letih....terasa lelah...
entah sudah berapa puluh huruf yang ku torehkan dalam bait kata ini
hanya untuk dirimu yang selalu ada dalam angan dan bayangku
Ku ingin memberikan yang terbaik ...untukmu...
ku ingin mempersembahkan sesuatu yang indah ...untuk mu
seuntai dua untai kata puisi indah untuk mu
yang jauh di sana....
Hatiku terasa kangen saat ku tulis kata ini
terasa jauh...dan terasa ingin dekat denganmu...
meski ...itu sangat tidak mungkin ...untuk kulalui...
namun...dengan untaikan kata indah ini...kuharap sudah mewakili rasa kangenku ...padamu...
kasihku yang jauh di mata
tak ada lagi yang dapat kupersembahkan buatmu....kecuali hati ini
hati yang hanya satu jiwa...yang tak terbagi dalam rasa yang indah...
yang dapat membuatku pusing tujuh keliling....
Seandainya...kau ada di sini...
mungkin...daku tak akan seletih ini...
tak akan terus bermimpi tentang dirimu
namun...itu kusadari...betapa indahnya...mimpi indahku...
Mimpi yang hanya akan membuat luka di hatiku
luka yang dapat mematahkan semangat hidupku
dan ...aku tak menginginkannya....
maka ..dari itu...aku tak akan bermpimpi tentangmu...lagi...
Kini...kenyataan yang ada di depanku ...adalah kenyataan yang dinamis
dinamis dengan tantangan dan peluang yang ada
yang menatap tajam pada ku...yang melambai pada hatiku
dan ...aku kan menjemput peluang dan tantangan itu...
untuk kupersembahkan ...buatmu yang ada di sana....
Hidup ini memang membutuhkan tantangan...
agar daku berpiikir dan terus berpikir...
bagaimana agar daku dapat bertahan dan berlanjut
dengan segala kebanggaanku yang tersirat di dada...
Aku senang dengan kemampuanku kini...
aku tenggelam dalam keasyikan hidupku
yang berusaha membagi jalinan waktu dalam kesendirianku
agar dapat kutorehkan tinta emasku di jalanan hidupku...
Tunggulah daku di sana...
kan ku perlihatkan ke padamu...
betapa aku telah menorehkan bias-bias warna indah
di pelupuk mata mu yang indah dan berkedap-kedip itu...
bagaikan sang bintang di langit yang melambai pada hati kangenku...
yang selalu memandang mu...dalam kejauhan yang membinarkan bola mataku....
Selasa, 31 Agustus 2010
Puisi: Cinta itu ada
Puisi: Cinta itu ada
Oleh; Andin Adyaksantoro
01 September 2010
Memang tiada yang kekal di sini
tiada juga kau ....
juga aku...
semuanya....
Cinta pun ...demikian pula
cintamu
cintaku
tak kan pernah berpadu...
jadi..adakah cinta itu di hati....?
Sekilas nampak bersatu
lain kilas...berpendar
itulah cinta
tergantung hati yang tersembunyi...
Perubahan rasa ....kadang selalu ada
tinggal diri ini
bagaimana menyikapi dan ...memaknai arti cinta
antara kau dan aku....
Cinta seorang ibu pada anaknya ...akan berbeda dengan...
cinta seorang anak pada ibunya
semua tergantung sikap dan santun
hanya ...di dalam diri sendiri yang tahu....
Cinta pada sang kekasih ...berbeda...dengan
cinta pada puisi yang terlukis di layar kaca....juga berbeda...dengan
cinta pada cerpen yang terbuai mimpi indah...
semuanya ...juga cinta yang membara...
Tapi...kenapa harus ada cinta
bukankah cinta itu menyakitkan
bukankah cinta itu memabukkan....memang..., namun...
cinta itu ada ...karena ada kasih sayang yang memeluknya...
Cinta di pupuk perlahan...namun pasti
akan kekal selamanya...
seperti cinta pada sang suami
cinta pada sang istri
yang seyogyanya ...dibumbui kata-kata mesra
saling menyayangi...satu sama lain....
Cinta adalah keindahan
cinta adalah tantangan
dan cinta adalah...semangat
yang terus bergelora di relung hati yang terdalam
bagai mimpi di malam yang indah dan membahagiakan....
jadi...cinta itu ada...ada di masing-masing hati yang tersenyum mesra...
Oleh; Andin Adyaksantoro
01 September 2010
Memang tiada yang kekal di sini
tiada juga kau ....
juga aku...
semuanya....
Cinta pun ...demikian pula
cintamu
cintaku
tak kan pernah berpadu...
jadi..adakah cinta itu di hati....?
Sekilas nampak bersatu
lain kilas...berpendar
itulah cinta
tergantung hati yang tersembunyi...
Perubahan rasa ....kadang selalu ada
tinggal diri ini
bagaimana menyikapi dan ...memaknai arti cinta
antara kau dan aku....
Cinta seorang ibu pada anaknya ...akan berbeda dengan...
cinta seorang anak pada ibunya
semua tergantung sikap dan santun
hanya ...di dalam diri sendiri yang tahu....
Cinta pada sang kekasih ...berbeda...dengan
cinta pada puisi yang terlukis di layar kaca....juga berbeda...dengan
cinta pada cerpen yang terbuai mimpi indah...
semuanya ...juga cinta yang membara...
Tapi...kenapa harus ada cinta
bukankah cinta itu menyakitkan
bukankah cinta itu memabukkan....memang..., namun...
cinta itu ada ...karena ada kasih sayang yang memeluknya...
Cinta di pupuk perlahan...namun pasti
akan kekal selamanya...
seperti cinta pada sang suami
cinta pada sang istri
yang seyogyanya ...dibumbui kata-kata mesra
saling menyayangi...satu sama lain....
Cinta adalah keindahan
cinta adalah tantangan
dan cinta adalah...semangat
yang terus bergelora di relung hati yang terdalam
bagai mimpi di malam yang indah dan membahagiakan....
jadi...cinta itu ada...ada di masing-masing hati yang tersenyum mesra...
Puisi: Cintaku pada istriku
Puisi: Cintaku pada istriku
Oleh: Andin Adyaksantoro
01 September 2010
Cinta ku pada istriku amatlah dalam
sedalam laut yang tak terukur
selembut udara yang tak nampak...namun terasa
dan sekuat angin yang berhembus lirih
Cinta itu membutuhkan perhatian
cinta akan abadi bila dilandasi rasa percaya dan kesetiaan
rasa yang selalu ada di dalam hatiku
meski ...kadang angin berhembus cukup kencang....
namun...hati yang tegar ....tetaplah berpegang pada karang yang kokoh...
Cinta akan terasa indah dan mempesona
bila didukung oleh rasa kasih dan sayang yang mesra
yang tak kan mungkin terkikis oleh sang air mata
yang tak kan terjamah oleh sang udara yang nakal....
Cinta adalah perasaan yang bermain petak umpet
kadang bersembunyi....terkadang pula ...menampakkan diri
tak tentu arah dan maksudnya...
namun...itulah seninya....cinta yang indah...
Cinta itu memang ada...dan aku mengakuinya...
seperti cintaku pada istriku....
yang tak kan mungkin pudar oleh sang Mentari pagi
yang tak mungkin lekang oleh sang waktu yang tersenyum ceria
Cintaku kan kupoles dan kuukir indah di dalam sanubariku
bagaikan tinta emas yang tak kan hilang dari singgasananya...
meski...kadang angin mempermainkan hati...
namun...hati tetaplah bertahan...hingga sang angin yang kan berlalu
meninggalkan makna yang menambah lekatnya cinta itu...
karena hidup ini indah....maka ...cinta ku pun juga indah...
seindah Pelangi yang berpendar di angkasa
melambung dalam untaian aneka warna
membentang dalam hamparan hati yang kasmaran....
Oleh: Andin Adyaksantoro
01 September 2010
Cinta ku pada istriku amatlah dalam
sedalam laut yang tak terukur
selembut udara yang tak nampak...namun terasa
dan sekuat angin yang berhembus lirih
Cinta itu membutuhkan perhatian
cinta akan abadi bila dilandasi rasa percaya dan kesetiaan
rasa yang selalu ada di dalam hatiku
meski ...kadang angin berhembus cukup kencang....
namun...hati yang tegar ....tetaplah berpegang pada karang yang kokoh...
Cinta akan terasa indah dan mempesona
bila didukung oleh rasa kasih dan sayang yang mesra
yang tak kan mungkin terkikis oleh sang air mata
yang tak kan terjamah oleh sang udara yang nakal....
Cinta adalah perasaan yang bermain petak umpet
kadang bersembunyi....terkadang pula ...menampakkan diri
tak tentu arah dan maksudnya...
namun...itulah seninya....cinta yang indah...
Cinta itu memang ada...dan aku mengakuinya...
seperti cintaku pada istriku....
yang tak kan mungkin pudar oleh sang Mentari pagi
yang tak mungkin lekang oleh sang waktu yang tersenyum ceria
Cintaku kan kupoles dan kuukir indah di dalam sanubariku
bagaikan tinta emas yang tak kan hilang dari singgasananya...
meski...kadang angin mempermainkan hati...
namun...hati tetaplah bertahan...hingga sang angin yang kan berlalu
meninggalkan makna yang menambah lekatnya cinta itu...
karena hidup ini indah....maka ...cinta ku pun juga indah...
seindah Pelangi yang berpendar di angkasa
melambung dalam untaian aneka warna
membentang dalam hamparan hati yang kasmaran....
Senin, 30 Agustus 2010
Puisi: Tak Selamanya
Puisi: Tak Selamanya
Oleh: Andin Adyaksantoro
31 Agustus 2010
Tak selamanya kegetiran hidup itu abadi...
tak selamanya kesulitan itu menutup kemudahan...
namun...di balik kesulitan...ada terselip kemudahan
kemudahan untuk membuka peluang yang ada....
Tak perlu lagi rasa ini dikupas dalam-dalam
tak perlu lagi sekat ini menutup dinding hati yang membeku
karena ...daku sudah mengetahuinya...
meski sulit ku jawab...tapi...daku mengerti...
bahwa daku tak mengerti tentang perasaan hati....
Mungkin...daku kau anggap tak peduli padamu
tapi...memang daku tak mengerti tentang perasaan hati
perasaan yang menggejolak di jiwamu...
yang ku tahu....daku hanya ingin menulis kata indah saja....
Kubiarkan diriku terbang dalam genggaman bayang sang awan terik
kubiarkan diriku berenang dalam sungai yang dangkal
yang tak kan mungkin membuatku tenggelam
agar daku tetap dapat berdiri kokoh di pantai yang bertepi pasir putih...
Semburat senja keemasan telah menampak di pelupuk mata
meninggalkan sejuta kenangan dalam ketersembunyian
yang tak kan mungkin terungkap dalam kata
namun....telah membuat alam mengetahui maknanya...
bahwa malam kan datang...menantikan cerita baru yang lebih indah....
tentang sang rembulan dan sang bintang yang tersenyum mempesona....
Oleh: Andin Adyaksantoro
31 Agustus 2010
Tak selamanya kegetiran hidup itu abadi...
tak selamanya kesulitan itu menutup kemudahan...
namun...di balik kesulitan...ada terselip kemudahan
kemudahan untuk membuka peluang yang ada....
Tak perlu lagi rasa ini dikupas dalam-dalam
tak perlu lagi sekat ini menutup dinding hati yang membeku
karena ...daku sudah mengetahuinya...
meski sulit ku jawab...tapi...daku mengerti...
bahwa daku tak mengerti tentang perasaan hati....
Mungkin...daku kau anggap tak peduli padamu
tapi...memang daku tak mengerti tentang perasaan hati
perasaan yang menggejolak di jiwamu...
yang ku tahu....daku hanya ingin menulis kata indah saja....
Kubiarkan diriku terbang dalam genggaman bayang sang awan terik
kubiarkan diriku berenang dalam sungai yang dangkal
yang tak kan mungkin membuatku tenggelam
agar daku tetap dapat berdiri kokoh di pantai yang bertepi pasir putih...
Semburat senja keemasan telah menampak di pelupuk mata
meninggalkan sejuta kenangan dalam ketersembunyian
yang tak kan mungkin terungkap dalam kata
namun....telah membuat alam mengetahui maknanya...
bahwa malam kan datang...menantikan cerita baru yang lebih indah....
tentang sang rembulan dan sang bintang yang tersenyum mempesona....
Puisi: Keindahan patut disyukuri
Puisi: Keindahan patut disyukuri
Oleh: Andin Adyaksantoro
31 Agustus 2010
kuselipkan surat indah ini di samping pintu rumahmu
untuk kau baca dan kau mengerti isi maknanya...
karena sudah lama aku memendam rasa ini di hatiku
dan tak kan mungkin ku pendam selamanya....
Mungkin ...aku tak berani untuk mengatakannya padamu
secara berhadapan
secara kesatria
namun....aku tak peduli itu...
yang ku tahu...aku telah mengungkapan semua nya padamu...
Engkau wanita yang anggun dan menawan
membuat diriku terbang melayang
apabila memandang wajah dan seruat senyum indahmu
yang tak kan mungkin ku miliki ....selamanya...
Mungkin ...dengan sepucuk surat bersampul wangi ini
dapat membuat diriku sedikit bernafas lega
karena satu beban telah terbebaskan
dari belenggu rasa yang menyelimuti jiwaku...
Mungkin...dirimu akan tertawa
atau bahkan tersenyum lirih...
namun...aku sudah bahagia bila kau tak merasakan itu...
bahwa ada pengagummu yang selalu memandang dirimu
meski di kejauhan ...tanpa rasa bersalah sedikit pun....
karena ...keindahan patut disyukuri.....
Oleh: Andin Adyaksantoro
31 Agustus 2010
kuselipkan surat indah ini di samping pintu rumahmu
untuk kau baca dan kau mengerti isi maknanya...
karena sudah lama aku memendam rasa ini di hatiku
dan tak kan mungkin ku pendam selamanya....
Mungkin ...aku tak berani untuk mengatakannya padamu
secara berhadapan
secara kesatria
namun....aku tak peduli itu...
yang ku tahu...aku telah mengungkapan semua nya padamu...
Engkau wanita yang anggun dan menawan
membuat diriku terbang melayang
apabila memandang wajah dan seruat senyum indahmu
yang tak kan mungkin ku miliki ....selamanya...
Mungkin ...dengan sepucuk surat bersampul wangi ini
dapat membuat diriku sedikit bernafas lega
karena satu beban telah terbebaskan
dari belenggu rasa yang menyelimuti jiwaku...
Mungkin...dirimu akan tertawa
atau bahkan tersenyum lirih...
namun...aku sudah bahagia bila kau tak merasakan itu...
bahwa ada pengagummu yang selalu memandang dirimu
meski di kejauhan ...tanpa rasa bersalah sedikit pun....
karena ...keindahan patut disyukuri.....
Puisi: Senandung Merdu
Puisi: Senandung merdu
Oleh: Andin Adyaksantoro
31 Agustus 2010
Senandung musik merdu telah membangunkanku
membuat diriku kembali segar menyapa sang alam yang ceria
pagi beranjak bangkit dari lelapnya
menyapa sang Murai yang tertegun memandang....
Air mengalir berkelak-kelok baik penari yang menari gemulai
mengikuti lekuk-lekuk tanah yang membimbingnya
agar tak salah arah ...menuju ke laut yang luas
tuk berbagi rasa dan saling membagi cerita kasih perjalanannya....
Ingatanku masih tertuju pada dirimu yang menanti jawabku
jawab yang sulit untuk di ungkap
karena tiada gading yang tak retak...
tak ada manusia yang sempurna....
Biarlah ...sang awan memutih tanpa noda hitam di mendungnya
biarlah sang Pelangi beraneka warna dalam senyumnya
asalkan...daku dapat menorehkan tinta emas ku dalam tuts komputer
untuk kujadikan untaian kata yang berjuta makna....
Catatan jiwaku telah kuselipkan dalam angan kalbuku
dan tak mungkin ku hapus dari relung di padang ilalang
yang melambai pada serumpun bunga tebu yang berarak...
menepiskan rasa ragu di padang bulan yang benderang
Tak ada akhir kata yang mudah untuk terucap
selain salam bahagia dariku untuk mu
yang selalu memandang layar kaca yang membisu
menutup celah dalam samar yang terurai indah kata....
Oleh: Andin Adyaksantoro
31 Agustus 2010
Senandung musik merdu telah membangunkanku
membuat diriku kembali segar menyapa sang alam yang ceria
pagi beranjak bangkit dari lelapnya
menyapa sang Murai yang tertegun memandang....
Air mengalir berkelak-kelok baik penari yang menari gemulai
mengikuti lekuk-lekuk tanah yang membimbingnya
agar tak salah arah ...menuju ke laut yang luas
tuk berbagi rasa dan saling membagi cerita kasih perjalanannya....
Ingatanku masih tertuju pada dirimu yang menanti jawabku
jawab yang sulit untuk di ungkap
karena tiada gading yang tak retak...
tak ada manusia yang sempurna....
Biarlah ...sang awan memutih tanpa noda hitam di mendungnya
biarlah sang Pelangi beraneka warna dalam senyumnya
asalkan...daku dapat menorehkan tinta emas ku dalam tuts komputer
untuk kujadikan untaian kata yang berjuta makna....
Catatan jiwaku telah kuselipkan dalam angan kalbuku
dan tak mungkin ku hapus dari relung di padang ilalang
yang melambai pada serumpun bunga tebu yang berarak...
menepiskan rasa ragu di padang bulan yang benderang
Tak ada akhir kata yang mudah untuk terucap
selain salam bahagia dariku untuk mu
yang selalu memandang layar kaca yang membisu
menutup celah dalam samar yang terurai indah kata....
Puisi: Sekuntum Melati
Puisi: Sekuntum Melati
Oleh: Andin Adyaksantoro
30 Agustus 2010
Sekuntum Melati telah kupetik dari tangkainya....
kan kusimpan dan ku pelihara dalam hati terdalamku
untuk ku persembahkan buat sang kekasih
yang jauh di mata .....dekat di hati...
Seuntai Melati telah kugenggam erat dalam jemariku
harum mewangi menyebar ke segenap relung hatiku
mengingatkan daku akan dirimu saat itu...
saat kau ingin memetik Melati kesukaanmu...untuk diriku
Kau nampak terkejap saat menatap diriku
matamu berbinar dan memeluk hangat tubuhku
seakan tak ingin berpisah jauh dariku
meski ...kini kau tak lagi bersamaku...
kenangan itu masih tersimpan erat dalam peluk jauhku...
Seuntai Melati telah membuatku terkenang akan dirimu...
terkenang saat kau menyebut mesra namaku
saat kau genggam jemariku erat-erat...
seakan tak ingin melepaskan dari jemarimu....
Andai kau masih di sini bersamaku...
kan ku petik untaian melati ini untuk dirimu...
kan kuselipkan di sela telingamu...
juga rambutmu yang tergerai indah...di bahumu...
Kini..kenangan seuntai Melati telah berlalu dari sang waktu
namun...senyum indahmu masih melekat erat dalam sanubariku
tak kan kubiarkan kenangan indah ini berlalu begitu saja...
kan kusimpan erat dalam detak jantungku...yang terakhir...
bersama perginya sang waktu yang menemaniku...hingga akhir waktu...
Oleh: Andin Adyaksantoro
30 Agustus 2010
Sekuntum Melati telah kupetik dari tangkainya....
kan kusimpan dan ku pelihara dalam hati terdalamku
untuk ku persembahkan buat sang kekasih
yang jauh di mata .....dekat di hati...
Seuntai Melati telah kugenggam erat dalam jemariku
harum mewangi menyebar ke segenap relung hatiku
mengingatkan daku akan dirimu saat itu...
saat kau ingin memetik Melati kesukaanmu...untuk diriku
Kau nampak terkejap saat menatap diriku
matamu berbinar dan memeluk hangat tubuhku
seakan tak ingin berpisah jauh dariku
meski ...kini kau tak lagi bersamaku...
kenangan itu masih tersimpan erat dalam peluk jauhku...
Seuntai Melati telah membuatku terkenang akan dirimu...
terkenang saat kau menyebut mesra namaku
saat kau genggam jemariku erat-erat...
seakan tak ingin melepaskan dari jemarimu....
Andai kau masih di sini bersamaku...
kan ku petik untaian melati ini untuk dirimu...
kan kuselipkan di sela telingamu...
juga rambutmu yang tergerai indah...di bahumu...
Kini..kenangan seuntai Melati telah berlalu dari sang waktu
namun...senyum indahmu masih melekat erat dalam sanubariku
tak kan kubiarkan kenangan indah ini berlalu begitu saja...
kan kusimpan erat dalam detak jantungku...yang terakhir...
bersama perginya sang waktu yang menemaniku...hingga akhir waktu...
Minggu, 29 Agustus 2010
Puisi: Waktu telah berubah
Puisi: Waktu telah berubah
Oleh : Andin Adyaksantoro
30 Agustus 2010
Saat ku melangkah ke arahmu
kau tertegun dalam keterpanaan
tak tahu harus berbuat apa padaku
hanya memandang sayu ..tanpa ekspresi
Mungkin ...kau tak menginginkan kehadiranku
di sudut kerling matamu
namun...aku sudah hadir di sini
meski ku tahu...itu tak kau inginkan...
Aku merasa ...
jauh sudah air dari kolamnya
tak seperti yang kuharapkan
saat ku ingin bertemu denganmu....
Waktu telah merubah segalanya
angin telah berbalik arah
tak ada lagi rasa itu di hatimu
rasa sebagai kawan lama
yang ingin menjumpaimu....
Ku tahu...aku yang salah tafsir selama ini
ku tahu....aku terlalu berpikir positip tentangmu
tapi ....kini aku sudah di depanmu...
dengan bunga mawar kesukaanmu
Aku hanya terpana terdiam...
senyum ku pun hilang sejenak...
meski ku harus tersenyum kembali
saat melihatmu...pergi berlalu ....dariku...
Bunga ini kini menemaniku
bersama angan dan khayal indahku
tentangmu...
tentang ketiada berdayaanku ....padamu...
pada sang waktu yang telah merubah segalanya....
Oleh : Andin Adyaksantoro
30 Agustus 2010
Saat ku melangkah ke arahmu
kau tertegun dalam keterpanaan
tak tahu harus berbuat apa padaku
hanya memandang sayu ..tanpa ekspresi
Mungkin ...kau tak menginginkan kehadiranku
di sudut kerling matamu
namun...aku sudah hadir di sini
meski ku tahu...itu tak kau inginkan...
Aku merasa ...
jauh sudah air dari kolamnya
tak seperti yang kuharapkan
saat ku ingin bertemu denganmu....
Waktu telah merubah segalanya
angin telah berbalik arah
tak ada lagi rasa itu di hatimu
rasa sebagai kawan lama
yang ingin menjumpaimu....
Ku tahu...aku yang salah tafsir selama ini
ku tahu....aku terlalu berpikir positip tentangmu
tapi ....kini aku sudah di depanmu...
dengan bunga mawar kesukaanmu
Aku hanya terpana terdiam...
senyum ku pun hilang sejenak...
meski ku harus tersenyum kembali
saat melihatmu...pergi berlalu ....dariku...
Bunga ini kini menemaniku
bersama angan dan khayal indahku
tentangmu...
tentang ketiada berdayaanku ....padamu...
pada sang waktu yang telah merubah segalanya....
Puisi: Aku Bisa
Puisi: Aku Bisa
Oleh: Andin Adyaksantoro
30 Agustus 2010
Dalam kesendirianku
ku hadapi semua ini dengan rasa gentar
rasa yang terus menggayut di benak ku...
rasa yang terus membayangi diriku
Mengapa harus sendirian...?
karena ...menang harus begini...
kalau tidak begini...
aku tak bisa mandiri....
Mungkin di balik ini ..ada hikmahnya...
hikmah yang membawaku ke alam dewasa
alam yang tegar dan kokoh
tahan banting dan ulet ....
Ku berterima kasih dengan alam ini
alam yang membawaku pada kesadaranku
untuk mandiri dan berani...
tidak seperti saat ku kecil dulu....
Di sini...aku belajar kreatif
di sini ...aku belajar mencari peluang dan tantangan
dan ....aku mendapatkannya....
tinggal ...aku mampu atau tidak..tuk meraihnya...
Ku coba untuk meraihnya...
sedikit demi sedikit....
perlahan....namun ..pasti...
impian itu kan kuraih pula...pada akhirnya...
Ku coba mengkhayalkannya...
ku coba merenungkannya...
dan ....aku bangkit ...untuk meraihnya...
tanpa rasa ragu lagi...
meski ku tahu...itu sulit..., namun...aku yakin....
aku bisa....!
Oleh: Andin Adyaksantoro
30 Agustus 2010
Dalam kesendirianku
ku hadapi semua ini dengan rasa gentar
rasa yang terus menggayut di benak ku...
rasa yang terus membayangi diriku
Mengapa harus sendirian...?
karena ...menang harus begini...
kalau tidak begini...
aku tak bisa mandiri....
Mungkin di balik ini ..ada hikmahnya...
hikmah yang membawaku ke alam dewasa
alam yang tegar dan kokoh
tahan banting dan ulet ....
Ku berterima kasih dengan alam ini
alam yang membawaku pada kesadaranku
untuk mandiri dan berani...
tidak seperti saat ku kecil dulu....
Di sini...aku belajar kreatif
di sini ...aku belajar mencari peluang dan tantangan
dan ....aku mendapatkannya....
tinggal ...aku mampu atau tidak..tuk meraihnya...
Ku coba untuk meraihnya...
sedikit demi sedikit....
perlahan....namun ..pasti...
impian itu kan kuraih pula...pada akhirnya...
Ku coba mengkhayalkannya...
ku coba merenungkannya...
dan ....aku bangkit ...untuk meraihnya...
tanpa rasa ragu lagi...
meski ku tahu...itu sulit..., namun...aku yakin....
aku bisa....!
Puisi: Langkah Tegarku
Puisi: Langkah tegarku
Oleh: Andin Adyaksantoro
30 Agustus 2010
kupandang mentari pagi yang datang menghampiriku
menyalami diriku
dan merangkul diriku
dalam keterpanaan yang tersirat....
Kau ucapkan padaku....
selamat ulang tahun kawan...
sahabat jauh yang selalu mengenangmu
sahabat yang selalu menyertaimu...kemana pun dikau pergi....
Terima kasih...sobatku...
aku senang kau bisa hadir saat daku sendirian
di saat daku pingin punya teman untuk berbincang....
Kau bercerita tentang perjalananmu yang jauh dan lama
tentang pendakianmu yang melelahkan...
tentang gelora semangatmu yang tak kan pernah pudar
aku tercenung...mendengarkan ceritamu....
Ternyata...bukan aku saja yang lelah berjalan
ternyata bukan aku saja yang merasa tersendirikan...
dirimu pun juga demikian....
namun....kau mampu untuk selalu tersenyum pada sang rembulan di malam gelap...
saling bergantian dan saling memerlukan ....untuk sang makhluk-Nya....
Kini ...ku sadari diri ini...
tak boleh mengeluh dan berpangku tangan...menyerah....
karena perjalananku masih jauh dan melelahkan....
aku harus melaluinya ...dengan tegar dan gagah...
Kuusap kembali peluh yang bercucuran di dahi....
terasa menyegarkan....
terasa lega di hati...
tak ada tantangan yang tanpa peluang...
semua harus dilewati...dilalui dengan tegar....
Senyumku kembali merekah
seiring dengan lambaian sang mentari yang tersenyum indah padaku
juga pada Pelangi yang berpendar....
mengiringi langkah tegapku untuk meraih asa yang tergantung di angan impianku...
yang terindah...dan bersinar...cemerlang....
Oleh: Andin Adyaksantoro
30 Agustus 2010
kupandang mentari pagi yang datang menghampiriku
menyalami diriku
dan merangkul diriku
dalam keterpanaan yang tersirat....
Kau ucapkan padaku....
selamat ulang tahun kawan...
sahabat jauh yang selalu mengenangmu
sahabat yang selalu menyertaimu...kemana pun dikau pergi....
Terima kasih...sobatku...
aku senang kau bisa hadir saat daku sendirian
di saat daku pingin punya teman untuk berbincang....
Kau bercerita tentang perjalananmu yang jauh dan lama
tentang pendakianmu yang melelahkan...
tentang gelora semangatmu yang tak kan pernah pudar
aku tercenung...mendengarkan ceritamu....
Ternyata...bukan aku saja yang lelah berjalan
ternyata bukan aku saja yang merasa tersendirikan...
dirimu pun juga demikian....
namun....kau mampu untuk selalu tersenyum pada sang rembulan di malam gelap...
saling bergantian dan saling memerlukan ....untuk sang makhluk-Nya....
Kini ...ku sadari diri ini...
tak boleh mengeluh dan berpangku tangan...menyerah....
karena perjalananku masih jauh dan melelahkan....
aku harus melaluinya ...dengan tegar dan gagah...
Kuusap kembali peluh yang bercucuran di dahi....
terasa menyegarkan....
terasa lega di hati...
tak ada tantangan yang tanpa peluang...
semua harus dilewati...dilalui dengan tegar....
Senyumku kembali merekah
seiring dengan lambaian sang mentari yang tersenyum indah padaku
juga pada Pelangi yang berpendar....
mengiringi langkah tegapku untuk meraih asa yang tergantung di angan impianku...
yang terindah...dan bersinar...cemerlang....
Puisi: Hamparan Impian
Puisi: Hamparan impian
Oleh: Andin Adyaksantoro
30 Agustus 2010
Singkirkan rasa lelah di hati
abaikan rasa gundah di dada
raih terus impianmu...
yang ada di benakmu....
Terus melangkah dan melangkah
tanpa mengenal lelah dan letih
tanpa mengenal putus asa
demi sebuah peluang yang masih ada....
Impian itu sudah ada di catatan hatimu
tinggal kau raih dan gapai
dengan semangat yang tinggi
dengan gelora di dada yang membara
Berdoa dan berusaha
itulah jalan yang terbaik...
tak ada peluang tanpa tantangan
tak ada tantangan tanpa peluang
Raihlah impianmu di catatan hatimu
jangan lagi berpaling pada yang lainnya
fokus dan tetaplah fokus lah pada impianmu...
kan kau dapatkan berlian yang indah di lubuk hatimu...
berlian yang bercahaya indah dan berinar kemilau...
semua itu ....untuk dirimu...untuk cucuran keringatmu....
bagai untaian manik mutiara yang indah di hamparan impianmu.
Oleh: Andin Adyaksantoro
30 Agustus 2010
Singkirkan rasa lelah di hati
abaikan rasa gundah di dada
raih terus impianmu...
yang ada di benakmu....
Terus melangkah dan melangkah
tanpa mengenal lelah dan letih
tanpa mengenal putus asa
demi sebuah peluang yang masih ada....
Impian itu sudah ada di catatan hatimu
tinggal kau raih dan gapai
dengan semangat yang tinggi
dengan gelora di dada yang membara
Berdoa dan berusaha
itulah jalan yang terbaik...
tak ada peluang tanpa tantangan
tak ada tantangan tanpa peluang
Raihlah impianmu di catatan hatimu
jangan lagi berpaling pada yang lainnya
fokus dan tetaplah fokus lah pada impianmu...
kan kau dapatkan berlian yang indah di lubuk hatimu...
berlian yang bercahaya indah dan berinar kemilau...
semua itu ....untuk dirimu...untuk cucuran keringatmu....
bagai untaian manik mutiara yang indah di hamparan impianmu.
Rabu, 25 Agustus 2010
Puisi: Cahaya Pengetahuan
Puisi: Cahaya Pengetahuan
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
25 Agustus 2010
Kuturuti langkah lelah ini di hatiku
meski ku mencoba bangkit dari rasa letihku
namun....hati ini masih mencoba melenakanku
hingga ku tak bisa bangkit lagi....
Aku berusaha bangkit lagi ....terbangun kembali
dari mimpi indahku yang menyusup di jiwaku
yang dapat membuatku tertidur pulas
dalam keheningan diri yang tersamarkan...
Aku tak ingin rasa nikmat ini menggeluti pikiranku
aku harus bangkit dan bangkit lagi...
meski rasa kantuk terus menderaku...
aku tetap harus bangkit dan bersandar di pijakan bumi ini...
Kini...aku telah berdiri tegak ..
tanpa halangan apa pun...
aku merasa tenang dan senang...
karena cahaya indah itu kembai bersinar untuk ku...
Cahaya kemandirian yang datang menemaniku
mengajakku untuk selalu berpikir dan berpikir...
belajar dan belajar...
hingga ku tahu...bahwa aku tidak tahu....
Kini cahaya pengetahuan itu terus mengikuti langkahku
membayangi rasa keingintahuanku tentang ilmu pengetahuan
yang dulu ku tinggalkan...kuabaikan dan tak kuperdulikan
kini...kuraih dan kugenggam erat dalam jemari tanganku yang kokoh...
agar tak terlepas lagi....terus mendampingiku...kemana pun ku melangkah....
Betapa aku merasa terasing dalam dunia pengetahuan ini...
banyak yang ku tak tahu....
banyak yang harus kupelajari....
agar daku bisa bangkit dan berdiri lagi dengan tegap
dan ....makin percaya diri....
Semakin kurindukan ilmu pengetahuan yang menemaniku
semakin ku mengetahui ....bahwa aku belum tahu...
ku terus belajar...agar ku tahu dan mengenal diriku
bahwa aku bisa dan bisa .....
dan akhirnya ...cahaya pengetahuan pun...tersenyum padaku....
mengangkat jempolnya...untuk ku...
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
25 Agustus 2010
Kuturuti langkah lelah ini di hatiku
meski ku mencoba bangkit dari rasa letihku
namun....hati ini masih mencoba melenakanku
hingga ku tak bisa bangkit lagi....
Aku berusaha bangkit lagi ....terbangun kembali
dari mimpi indahku yang menyusup di jiwaku
yang dapat membuatku tertidur pulas
dalam keheningan diri yang tersamarkan...
Aku tak ingin rasa nikmat ini menggeluti pikiranku
aku harus bangkit dan bangkit lagi...
meski rasa kantuk terus menderaku...
aku tetap harus bangkit dan bersandar di pijakan bumi ini...
Kini...aku telah berdiri tegak ..
tanpa halangan apa pun...
aku merasa tenang dan senang...
karena cahaya indah itu kembai bersinar untuk ku...
Cahaya kemandirian yang datang menemaniku
mengajakku untuk selalu berpikir dan berpikir...
belajar dan belajar...
hingga ku tahu...bahwa aku tidak tahu....
Kini cahaya pengetahuan itu terus mengikuti langkahku
membayangi rasa keingintahuanku tentang ilmu pengetahuan
yang dulu ku tinggalkan...kuabaikan dan tak kuperdulikan
kini...kuraih dan kugenggam erat dalam jemari tanganku yang kokoh...
agar tak terlepas lagi....terus mendampingiku...kemana pun ku melangkah....
Betapa aku merasa terasing dalam dunia pengetahuan ini...
banyak yang ku tak tahu....
banyak yang harus kupelajari....
agar daku bisa bangkit dan berdiri lagi dengan tegap
dan ....makin percaya diri....
Semakin kurindukan ilmu pengetahuan yang menemaniku
semakin ku mengetahui ....bahwa aku belum tahu...
ku terus belajar...agar ku tahu dan mengenal diriku
bahwa aku bisa dan bisa .....
dan akhirnya ...cahaya pengetahuan pun...tersenyum padaku....
mengangkat jempolnya...untuk ku...
Puisi: Keabadian Cinta
Puisi: Keabadian cinta
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
25 Agustus 2010
Kubisikkan kata cinta padamu, kasih
jangan kau lupakan kata indahku untukmu
kata yang menggelora di hatiku
bahwa ....aku cinta padamu...
Dengarkan sekali lagi, kasihku...
pandanglah langit yang membiru di angkasa luas
betapa indahnya sang Pelangi di atas itu
yang mengucapkan salam kangen untuk kita berdua....
Tersenyumlah, kasih...
karena dirimu lah ...aku bisa tersenyum ceria di hari ini
memandang langit yang indah menawan hati
menyejukkan hati yang terlena pada senyum manismu....
Gapailah anganmu tentang diriku ini...
janganlah kau lupakan daku....meski sejenak...
karena engkaulah bara api yang menggelora di hatku
gelora semangat nan tak kunjung padam....
Dirimulah angan dan bayangku yang sesungguhnya...
kan kuraih Pelangi yang tinggi di langit raya sana...
untuk kupersembahkan buatmu...
buat teman tidur dan mimpimu...
dalam dekap erat peluk diriku yang mengagumimu....
Kini....rasa itu makin mengetuk pintu hatiku
bahwa dirimu tak kan pergi meninggalkanku ...selamanya...
karena tanpamu...daku merasa bukan siapa-siapa lagi...
namun...dengan mu...daku merasa ...ada di sini... di hati ini...
Gelora semangatku makin memuncak dan menorehkan tinta emas
tak kala kau ulaskan senyum indahmu padaku ...di sini...
di hatiku yang sedang dilanda kasmaran padamu...
kasmaran yang tak kan pernah berhenti sedetik pun...
seperti denyut jantung yang menepuk hati indahku...
Kupsersembahkan bunga mawar ini ...untukmu...
untuk kebahagiaan kita...
untuk kesuksesan kita...
dan untuk keabadian cinta kita....berdua....selamanya...
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
25 Agustus 2010
Kubisikkan kata cinta padamu, kasih
jangan kau lupakan kata indahku untukmu
kata yang menggelora di hatiku
bahwa ....aku cinta padamu...
Dengarkan sekali lagi, kasihku...
pandanglah langit yang membiru di angkasa luas
betapa indahnya sang Pelangi di atas itu
yang mengucapkan salam kangen untuk kita berdua....
Tersenyumlah, kasih...
karena dirimu lah ...aku bisa tersenyum ceria di hari ini
memandang langit yang indah menawan hati
menyejukkan hati yang terlena pada senyum manismu....
Gapailah anganmu tentang diriku ini...
janganlah kau lupakan daku....meski sejenak...
karena engkaulah bara api yang menggelora di hatku
gelora semangat nan tak kunjung padam....
Dirimulah angan dan bayangku yang sesungguhnya...
kan kuraih Pelangi yang tinggi di langit raya sana...
untuk kupersembahkan buatmu...
buat teman tidur dan mimpimu...
dalam dekap erat peluk diriku yang mengagumimu....
Kini....rasa itu makin mengetuk pintu hatiku
bahwa dirimu tak kan pergi meninggalkanku ...selamanya...
karena tanpamu...daku merasa bukan siapa-siapa lagi...
namun...dengan mu...daku merasa ...ada di sini... di hati ini...
Gelora semangatku makin memuncak dan menorehkan tinta emas
tak kala kau ulaskan senyum indahmu padaku ...di sini...
di hatiku yang sedang dilanda kasmaran padamu...
kasmaran yang tak kan pernah berhenti sedetik pun...
seperti denyut jantung yang menepuk hati indahku...
Kupsersembahkan bunga mawar ini ...untukmu...
untuk kebahagiaan kita...
untuk kesuksesan kita...
dan untuk keabadian cinta kita....berdua....selamanya...
Puisi: Rengkuhan hatiku
Puisi: Rengkuhan hatiku
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
25 Agustus 2010
Hujan gerimis membasahi bumi
meluruh dalam jejak-jejak kaki yang basah
menempel erat dalam peluk sang bumi
yang menanti turunnya Pelangi yang bersinar terang
Cahaya keemasan dari sang mentari senja telah menyilaukan diri
membawa kabar baik tentang kekasih hati yang jauh di rantau
mengirim salam kangen pada sang Merpati yang terbang merendah
menepuk pundak dalam pesona wajah nan ceria
Ketika salam ini terbiaskan dalam senyummu yang rindang
kuusap lembut jemari lentik mu yang ayu
putih dan merona merah merekah
menaburkan bunga yang bermekaran di pantai hati
Kuulaskan senyumku untuk mu sang kekasih hati
yang terpana pada pandangan pertamaku
menjerit manja saat ku sentuh jemari lenganmu
merayu pungguk pada sang rembulan di angkasa
membawa terbang angan yang melayang jauh di gerai rambutmu....
janganlah terlena dengan rayuan yang selembut sutera
karena itu bukanlah rasa kasmaran yang sejati
di balik pesona bunga....ada duri yang menanti jeratnya...
menawarkan rasa cinta pada sang hatimu yang tersentuh pesonaku....
Kemarilah sayangku...
raih hati ini untuk mu yang terpilih untuk ku
yang tak kan tergadaikan oleh intan dan permata
karena cintaku ...hanyalah untukmu seorang....
hanya dirimulah ....diriku kini ....dalam rengkuhan cinta kita bersama...
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
25 Agustus 2010
Hujan gerimis membasahi bumi
meluruh dalam jejak-jejak kaki yang basah
menempel erat dalam peluk sang bumi
yang menanti turunnya Pelangi yang bersinar terang
Cahaya keemasan dari sang mentari senja telah menyilaukan diri
membawa kabar baik tentang kekasih hati yang jauh di rantau
mengirim salam kangen pada sang Merpati yang terbang merendah
menepuk pundak dalam pesona wajah nan ceria
Ketika salam ini terbiaskan dalam senyummu yang rindang
kuusap lembut jemari lentik mu yang ayu
putih dan merona merah merekah
menaburkan bunga yang bermekaran di pantai hati
Kuulaskan senyumku untuk mu sang kekasih hati
yang terpana pada pandangan pertamaku
menjerit manja saat ku sentuh jemari lenganmu
merayu pungguk pada sang rembulan di angkasa
membawa terbang angan yang melayang jauh di gerai rambutmu....
janganlah terlena dengan rayuan yang selembut sutera
karena itu bukanlah rasa kasmaran yang sejati
di balik pesona bunga....ada duri yang menanti jeratnya...
menawarkan rasa cinta pada sang hatimu yang tersentuh pesonaku....
Kemarilah sayangku...
raih hati ini untuk mu yang terpilih untuk ku
yang tak kan tergadaikan oleh intan dan permata
karena cintaku ...hanyalah untukmu seorang....
hanya dirimulah ....diriku kini ....dalam rengkuhan cinta kita bersama...
Rabu, 11 Agustus 2010
Puisi: Rasa ini
Puisi: Rasa ini
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
http://adyaksantoro.blogspot.com/
10 Agustus 2010
Setelah kau toleh diriku....dan kau menatapku...dalam-dalam...
ada sebening daun cinta yang melambai di pelupuk mata indahmu...
kau nampak terpana dengan kehadiranku ...di depanmu...
dan kau tak menyangka....aku hadir kembali dalam sorot tajam bola matamu....
Kucoba meraih jemari indahmu...
namun...kau berusaha menghindarinya...
aku tak putus asa...
ku coba kembali meraih hatimu...yang sedang gundah...
Engkau terus berusaha menghindari tatapan indah mataku...
namun...ku tahu...kau tak setega itu ...untuk menghindariku...
di dalam dirimu ada pergolakan rasa ....tentangku...
tentang rasa rindumu...dan rasa bencimu ...padaku....
Ku mengerti....dan aku menyadarinya....
sekian lama...waktu telah berlalu meninggalkan kenangan indah bersamamu...
saat kau merajuk manja padaku...
dan saat kau ceritakan keindahan hidupmu...yang ceria ...padaku....
Kini...saat indah itu telah tiba kembali...
aku hadir kembali dalam dirimu...
mencoba merangkai kata dan makna yang tak terungkap...
tentang dirimu...tentang rasa rindumu....juga harapanmu...padaku....
Kini...aku ada di sampingmu...di sisimu...
mencoba mendengarkan segala keluh kesahmu...
segala kesedihan mu...
juga segala hal tentang indahnya kicau burung di angkasa yang biru...
Kau nampak bersemangat kembali ...ketika ku duduk disampingmu...
kupetikkan sekuntum bunga mawar kesukaanmu...
juga bunga anggrek....kesayanganmu....
semuanya itu...adalah untuk dirimu...
dan kuselipkan sekuntum di telingamu...yang mempesonaku...
Nampak binar bola matamu semakin ceria memandangku...
dalam rengkuhan sang pelangi yang tersenyum elok padamu...
kau nampak bahagia dan damai....
menghangatkan sang awan yang tersipu malu memandangmu...
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
http://adyaksantoro.blogspot.com/
10 Agustus 2010
Setelah kau toleh diriku....dan kau menatapku...dalam-dalam...
ada sebening daun cinta yang melambai di pelupuk mata indahmu...
kau nampak terpana dengan kehadiranku ...di depanmu...
dan kau tak menyangka....aku hadir kembali dalam sorot tajam bola matamu....
Kucoba meraih jemari indahmu...
namun...kau berusaha menghindarinya...
aku tak putus asa...
ku coba kembali meraih hatimu...yang sedang gundah...
Engkau terus berusaha menghindari tatapan indah mataku...
namun...ku tahu...kau tak setega itu ...untuk menghindariku...
di dalam dirimu ada pergolakan rasa ....tentangku...
tentang rasa rindumu...dan rasa bencimu ...padaku....
Ku mengerti....dan aku menyadarinya....
sekian lama...waktu telah berlalu meninggalkan kenangan indah bersamamu...
saat kau merajuk manja padaku...
dan saat kau ceritakan keindahan hidupmu...yang ceria ...padaku....
Kini...saat indah itu telah tiba kembali...
aku hadir kembali dalam dirimu...
mencoba merangkai kata dan makna yang tak terungkap...
tentang dirimu...tentang rasa rindumu....juga harapanmu...padaku....
Kini...aku ada di sampingmu...di sisimu...
mencoba mendengarkan segala keluh kesahmu...
segala kesedihan mu...
juga segala hal tentang indahnya kicau burung di angkasa yang biru...
Kau nampak bersemangat kembali ...ketika ku duduk disampingmu...
kupetikkan sekuntum bunga mawar kesukaanmu...
juga bunga anggrek....kesayanganmu....
semuanya itu...adalah untuk dirimu...
dan kuselipkan sekuntum di telingamu...yang mempesonaku...
Nampak binar bola matamu semakin ceria memandangku...
dalam rengkuhan sang pelangi yang tersenyum elok padamu...
kau nampak bahagia dan damai....
menghangatkan sang awan yang tersipu malu memandangmu...
Puisi: Tak kunjung nampak jua
Puisi: Tak kunjung nampak jua
Oleh: Andin Adyaksantoro
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
http://adyaksantoro.blogspot.com/
andinadyaksantoro@ymail.com
09 Agustus 2010
Telah lama daku menunggu waktu kehadiranmu..
namun...tak jua nampak ...kedatanganmu...
aku tak tahu...mengapa kau tiada nampak di sini
dalam keheningan diri yang merajuk ....
Tak apalah ....mungkin sang waktu belum menoleh padaku
kubiarkan rintik gerimis turun tanpa dapat ku hindari lagi...
kubiarkan sang bayu berhembus semilir di dedauan kuning ini
meski ku tahu...kau tak lagi ...dapat hadir kembali di sini...
Waktu memang belum berpihak padaku...
belum mau menggandeng lenganku yang kokoh ini
hanya untuk membantuku ...menghampirimu..
yang sedang sendirian dalam ketermenungan diri yang bergelora
Aku tak tahu lagi...harus berbuat apa lagi dalam tingkahku...
karena semuanya telah kuceritakan padamu...
meski ada yang harus kusimpan di hati ini...
namun...sedikit banyak...kau telah mengetahuinya....
Kuusap embun pagi di rerumputan yang menghijau ini
dan kan ku usap dengan lembut ...agar dapat kurasakan dinginnya air
yang menggenang dalam jemari tanganku yang dingin ini...
agar ku dapat merasakan dinginnya hati yang sedang membeku....
Sayup ku dengar kicau burung yang terbang di atas dedahanan pohon
memanggil kawan-kawannya untuk saling bernyanyi bersama
menyanyikan senandung hati yang sedang gelisah...
gelisah menanti kehadiranmu ..yang tak kunjung nampak jua....
Oleh: Andin Adyaksantoro
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
http://adyaksantoro.blogspot.com/
andinadyaksantoro@ymail.com
09 Agustus 2010
Telah lama daku menunggu waktu kehadiranmu..
namun...tak jua nampak ...kedatanganmu...
aku tak tahu...mengapa kau tiada nampak di sini
dalam keheningan diri yang merajuk ....
Tak apalah ....mungkin sang waktu belum menoleh padaku
kubiarkan rintik gerimis turun tanpa dapat ku hindari lagi...
kubiarkan sang bayu berhembus semilir di dedauan kuning ini
meski ku tahu...kau tak lagi ...dapat hadir kembali di sini...
Waktu memang belum berpihak padaku...
belum mau menggandeng lenganku yang kokoh ini
hanya untuk membantuku ...menghampirimu..
yang sedang sendirian dalam ketermenungan diri yang bergelora
Aku tak tahu lagi...harus berbuat apa lagi dalam tingkahku...
karena semuanya telah kuceritakan padamu...
meski ada yang harus kusimpan di hati ini...
namun...sedikit banyak...kau telah mengetahuinya....
Kuusap embun pagi di rerumputan yang menghijau ini
dan kan ku usap dengan lembut ...agar dapat kurasakan dinginnya air
yang menggenang dalam jemari tanganku yang dingin ini...
agar ku dapat merasakan dinginnya hati yang sedang membeku....
Sayup ku dengar kicau burung yang terbang di atas dedahanan pohon
memanggil kawan-kawannya untuk saling bernyanyi bersama
menyanyikan senandung hati yang sedang gelisah...
gelisah menanti kehadiranmu ..yang tak kunjung nampak jua....
Puisi: Senandung lagu
Puisi: Senandung lagu
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
http://adyaksantoro.blogspot.com/
01 Agustus 2010
Dalam keheningan malam yang senyap...
kucoba mendengarkan lagu kesukaanku
yang selalu membuat semangat hidupku lebih hidup
dan mengalunlah lagu ....kesukaanku...
Senandungnya indah dan mempesona
membuat daun telingaku berdendang riang
kadang terlena....kadang terbangun dari mimpi indahku
mendayu-dayu....menyesuaikan hati ku yang dilanda kasmaran....
Semangat dan terus bersemangat....
nada sendandung lagu itu terus menghujam dalam jiwaku
membuatku merasa ingin menorehkan lukisan kata lagi...
di malam yang hening dan menyejukkan kalbu...
Ku coba untuk menuliskan nama indahmu...
dalam janur pesona hati yang sedang mendamba
mendamba ungkapan hati yang sedang merindu kasih...
kasih yang jauh ....jauh dari mata memandang....
Semangat lagu ini telah membuatku bangkit dari lamunanku
dan mencoba lagi untuk mengguratkan sebait dua bait kata indah di relung hatiku
untuk dirimu yang sedang bermimpi indah di pembaringan sepi
dalam selimut angan yang terbuai kenyamanan malam yang dingin membisu...
Kulukiskan kata indah untukmu...
untuk mu yang tersenyum indah dalam pandangan sorot matamu yang ceria
dalam selimut buku-buku yang berdebu pengetahuan....
dalam semangat harapan yang menjulang tinggi di pucuk pinus yang menghijau indah....
menanti sang burung camar hinggap di pundakmu yang lembut dan mempesona jiwa....
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
http://adyaksantoro.blogspot.com/
01 Agustus 2010
Dalam keheningan malam yang senyap...
kucoba mendengarkan lagu kesukaanku
yang selalu membuat semangat hidupku lebih hidup
dan mengalunlah lagu ....kesukaanku...
Senandungnya indah dan mempesona
membuat daun telingaku berdendang riang
kadang terlena....kadang terbangun dari mimpi indahku
mendayu-dayu....menyesuaikan hati ku yang dilanda kasmaran....
Semangat dan terus bersemangat....
nada sendandung lagu itu terus menghujam dalam jiwaku
membuatku merasa ingin menorehkan lukisan kata lagi...
di malam yang hening dan menyejukkan kalbu...
Ku coba untuk menuliskan nama indahmu...
dalam janur pesona hati yang sedang mendamba
mendamba ungkapan hati yang sedang merindu kasih...
kasih yang jauh ....jauh dari mata memandang....
Semangat lagu ini telah membuatku bangkit dari lamunanku
dan mencoba lagi untuk mengguratkan sebait dua bait kata indah di relung hatiku
untuk dirimu yang sedang bermimpi indah di pembaringan sepi
dalam selimut angan yang terbuai kenyamanan malam yang dingin membisu...
Kulukiskan kata indah untukmu...
untuk mu yang tersenyum indah dalam pandangan sorot matamu yang ceria
dalam selimut buku-buku yang berdebu pengetahuan....
dalam semangat harapan yang menjulang tinggi di pucuk pinus yang menghijau indah....
menanti sang burung camar hinggap di pundakmu yang lembut dan mempesona jiwa....
Puisi: mengapa harus ada daku di sini
Puisi: Mengapa harus ada daku di sini
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
http://adyaksantoro.blogspot.com/
01 Agustus 2010
Mengapa harus ada daku di sini
bila ini membuatmu malah bersedih...
bila ini malah membuatmu tak nyaman ...
biarkanlah daku pergi dari sisimu....
Ku tahu...kau tak ingin lagi bersamaku
namun...ku berharap ...kau tak kan marah lagi padaku
karena telah membuatmu terluka...
karena ku tak dapat memenuhi harapanmu...
Kau dulu memilihku...karena kau sayang padaku...
namun...itu dulu....
kini...kau ingin pergi dariku...
karena merasa tak ingin lagi bersamaku....
Ku hanya pasrah dan terdiam lirih ...
karena ku tak tahu...apa lagi yang mesti kuperbuat kepadamu..
kau telah mengetahui semua isi hatiku...
dan kau hanya ingin pergi menjauh dariku....meninggalkanku....
Ku hanya ingin kau tetap mengenang saat bersamaku
saat kau bersamaku ....
saat ku hadir dalam senandung indah hatimu...
yang selalu memujamu...yang selalu mengharap kau ada di sisiku...
Kini...waktu yang telah menjawabnya...
kau tak ingin lagi bersamaku...
tak ingin lagi bersama kenangan indah yang lalu...
kenangan yang telah berlalu dari hatimu....
ku hanya bisa menatapmu...dan terdiam lirih...tanpa jawab....
seperti saat kau menatap diriku...saat pertama kali kau mengenalku....
saat yang indah...yang tak dapat kulupakan...
saat yang membuatku ...terpesona padamu....
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
http://adyaksantoro.blogspot.com/
01 Agustus 2010
Mengapa harus ada daku di sini
bila ini membuatmu malah bersedih...
bila ini malah membuatmu tak nyaman ...
biarkanlah daku pergi dari sisimu....
Ku tahu...kau tak ingin lagi bersamaku
namun...ku berharap ...kau tak kan marah lagi padaku
karena telah membuatmu terluka...
karena ku tak dapat memenuhi harapanmu...
Kau dulu memilihku...karena kau sayang padaku...
namun...itu dulu....
kini...kau ingin pergi dariku...
karena merasa tak ingin lagi bersamaku....
Ku hanya pasrah dan terdiam lirih ...
karena ku tak tahu...apa lagi yang mesti kuperbuat kepadamu..
kau telah mengetahui semua isi hatiku...
dan kau hanya ingin pergi menjauh dariku....meninggalkanku....
Ku hanya ingin kau tetap mengenang saat bersamaku
saat kau bersamaku ....
saat ku hadir dalam senandung indah hatimu...
yang selalu memujamu...yang selalu mengharap kau ada di sisiku...
Kini...waktu yang telah menjawabnya...
kau tak ingin lagi bersamaku...
tak ingin lagi bersama kenangan indah yang lalu...
kenangan yang telah berlalu dari hatimu....
ku hanya bisa menatapmu...dan terdiam lirih...tanpa jawab....
seperti saat kau menatap diriku...saat pertama kali kau mengenalku....
saat yang indah...yang tak dapat kulupakan...
saat yang membuatku ...terpesona padamu....
Puisi: Tak kan layu
Puisi: Tak kan layu
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
http://adyaksantoro.blogspot.com/
01 Agustus 2010
Kucoba untuk bertahan dari lumut yang menghijau ini
ku coba untuk selalu bertahan....meski melelahkan...
namun...inilah yang harus ku pilih....
agar daku tetap dapat menatap wajah indahmu....
Ku tak kan layu termakan oleh waktu...
karena ku lindungi diriku dengan rasa semangat yang ada
yang selalu ku pupuk dan kusebut namamu...
agar daku tak kan layu untuk memandang dirimu....
meski ku tahu....kau tak kan mungkin bersamaku
namun...rasa hati ini telah dapat tersenyum indah padamu...
saat ku menatap dirimu yang indah dan ayu...
yang selalu ku puja dalam mimpi indahku ...
Ku mencoba untuk menyapa dirimu...
namun...tiada jawab darimu...
hanya desir angin yang menyapaku
meski ku tahu...dirimu sedang memandangku saat ini...
Tak apalah...
dirimu tak menyapa diriku...
karena ku tahu....
itu tak kan mungkin terwujud...
itu yang ku tahu....
biarlah sang waktu yang kan menjawabnya....
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
http://adyaksantoro.blogspot.com/
01 Agustus 2010
Kucoba untuk bertahan dari lumut yang menghijau ini
ku coba untuk selalu bertahan....meski melelahkan...
namun...inilah yang harus ku pilih....
agar daku tetap dapat menatap wajah indahmu....
Ku tak kan layu termakan oleh waktu...
karena ku lindungi diriku dengan rasa semangat yang ada
yang selalu ku pupuk dan kusebut namamu...
agar daku tak kan layu untuk memandang dirimu....
meski ku tahu....kau tak kan mungkin bersamaku
namun...rasa hati ini telah dapat tersenyum indah padamu...
saat ku menatap dirimu yang indah dan ayu...
yang selalu ku puja dalam mimpi indahku ...
Ku mencoba untuk menyapa dirimu...
namun...tiada jawab darimu...
hanya desir angin yang menyapaku
meski ku tahu...dirimu sedang memandangku saat ini...
Tak apalah...
dirimu tak menyapa diriku...
karena ku tahu....
itu tak kan mungkin terwujud...
itu yang ku tahu....
biarlah sang waktu yang kan menjawabnya....
Puisi: Ujung Penantian
Puisi: Ujung penantian
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
http://adyaksantoro.blogspot.com/
01 Agustus 2010
Penantiani ku telah lama menyabarkanku...
namun....tiada jua jawab darimu
meski ku coba untuk selalu bersabar ...padamu...
namun...penantian..tetaplah penantian ...
tanpa ujung penantian yang terjawab....
Apakah ...penantian ini kan berakhir jua...
hanya dirimulah yang tahu....
karena ...aku hanya menanti jawab darimu saja...
tiada yang lain...yang kunanti jawabnya.....
Sudah kucoba berkali-kali tuk mengungkapkannya...
namun...kau selalu menghindar...dan berlalu...
terasa pedih hati ini ....
namun...aku tetap bersabar menanti mu....
Ku hanya lah seuntai kapas yang terbang melayang
di terbangkan ke mana angin kan membawaku...
dan tak kuasa untuk meraih hati mu yang indah...
meski ku selalu berharap ...untuk kau raih....
Biarlah angin kan membawaku ke tengah padang nan tandus ...
biarlah sang bayu kan tertawa geli menatap tingkahku...
aku tak kan pedull lagi....
karena ku hanya ...ingin meraih hatimu...itu saja...
jikalau kau mengijinkan daku...tuk meraih kesempatan ini...
kan kuraih dengan segenap jiwaku...dengan seluruh rasa ku..padamu...
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
http://adyaksantoro.blogspot.com/
01 Agustus 2010
Penantiani ku telah lama menyabarkanku...
namun....tiada jua jawab darimu
meski ku coba untuk selalu bersabar ...padamu...
namun...penantian..tetaplah penantian ...
tanpa ujung penantian yang terjawab....
Apakah ...penantian ini kan berakhir jua...
hanya dirimulah yang tahu....
karena ...aku hanya menanti jawab darimu saja...
tiada yang lain...yang kunanti jawabnya.....
Sudah kucoba berkali-kali tuk mengungkapkannya...
namun...kau selalu menghindar...dan berlalu...
terasa pedih hati ini ....
namun...aku tetap bersabar menanti mu....
Ku hanya lah seuntai kapas yang terbang melayang
di terbangkan ke mana angin kan membawaku...
dan tak kuasa untuk meraih hati mu yang indah...
meski ku selalu berharap ...untuk kau raih....
Biarlah angin kan membawaku ke tengah padang nan tandus ...
biarlah sang bayu kan tertawa geli menatap tingkahku...
aku tak kan pedull lagi....
karena ku hanya ...ingin meraih hatimu...itu saja...
jikalau kau mengijinkan daku...tuk meraih kesempatan ini...
kan kuraih dengan segenap jiwaku...dengan seluruh rasa ku..padamu...
Puisi: Janji ku ...satu
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
http://adyaksantoro.blogspot.com/
01 Agustus 2010
Janjiku padamu adalah satu
janjiku pada diriku sendiri adalah satu
janjiku pada yang lain ...juga satu...
janjiku hingga kini...tetaplah satu...
Jangan menduakan diriku
atau membandingkan dengan yang lainnya
karena itu bukanlah satu
melainkan lebih dari satu...
Satu dan tetaplah satu
karena itu sudah janjiku padamu
pada yang lainnya...
pada semua orang ...juga pada burung di angkasa
Semua tahu...janjiku adalah satu...
tak kan ada lagi selain dirimu...
satu ...dan tetap satu...
hanya dirimu...yang satu saja...
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
http://adyaksantoro.blogspot.com/
01 Agustus 2010
Janjiku padamu adalah satu
janjiku pada diriku sendiri adalah satu
janjiku pada yang lain ...juga satu...
janjiku hingga kini...tetaplah satu...
Jangan menduakan diriku
atau membandingkan dengan yang lainnya
karena itu bukanlah satu
melainkan lebih dari satu...
Satu dan tetaplah satu
karena itu sudah janjiku padamu
pada yang lainnya...
pada semua orang ...juga pada burung di angkasa
Semua tahu...janjiku adalah satu...
tak kan ada lagi selain dirimu...
satu ...dan tetap satu...
hanya dirimu...yang satu saja...
Puisi: Janji ku ...satu
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
http://adyaksantoro.blogspot.com/
01 Agustus 2010
Janjiku padamu adalah satu
janjiku pada diriku sendiri adalah satu
janjiku pada yang lain ...juga satu...
janjiku hingga kini...tetaplah satu...
Jangan menduakan diriku
atau membandingkan dengan yang lainnya
karena itu bukanlah satu
melainkan lebih dari satu...
Satu dan tetaplah satu
karena itu sudah janjiku padamu
pada yang lainnya...
pada semua orang ...juga pada burung di angkasa
Semua tahu...janjiku adalah satu...
tak kan ada lagi selain dirimu...
satu ...dan tetap satu...
hanya dirimu...yang satu saja...
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
http://adyaksantoro.blogspot.com/
01 Agustus 2010
Janjiku padamu adalah satu
janjiku pada diriku sendiri adalah satu
janjiku pada yang lain ...juga satu...
janjiku hingga kini...tetaplah satu...
Jangan menduakan diriku
atau membandingkan dengan yang lainnya
karena itu bukanlah satu
melainkan lebih dari satu...
Satu dan tetaplah satu
karena itu sudah janjiku padamu
pada yang lainnya...
pada semua orang ...juga pada burung di angkasa
Semua tahu...janjiku adalah satu...
tak kan ada lagi selain dirimu...
satu ...dan tetap satu...
hanya dirimu...yang satu saja...
Puisi: Ku tak bisa
Puisi: Ku tak bisa
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
http://adyaksantoro.blogspot.com/
01 Agustus 2010
Ku tak bisa meninggalkanmu
meski kau memintaku untuk itu...
karena dirimu adalah permata hatiku
yang tak kan kutinggalkan...meski sejenak waktu...
Ku berharap kau mau berpikir sekali lagi...
untuk kembali introspeksi diri
jangan terburu rasa gundah
karena itu tak kan membuat semuanya menjadi lebih baik...
Biarlah ku menunggu di sini
dalam keheningan yang ada
tak perlu lagi kau ungkit masalah lalu
karena itu tak kan menyelesaikan adanya...
Ku berharap ...kau mau kembali lagi ke padaku
karena ku kan tetap menunggumu...
hingga dirimu menyadari akan semua itu
bahwa kata hatimu tak kan sesuai dengan nuranimu
Janganlah kau berlalu dari hati ini
karena hati ini bukan untuk yang lain..
namun...hanya untuk dirimu seorang...
yang telah mengikat janji bersama dengan sang waktu
agar selalu menjagamu...hingga akhir waktu...
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
http://adyaksantoro.blogspot.com/
01 Agustus 2010
Ku tak bisa meninggalkanmu
meski kau memintaku untuk itu...
karena dirimu adalah permata hatiku
yang tak kan kutinggalkan...meski sejenak waktu...
Ku berharap kau mau berpikir sekali lagi...
untuk kembali introspeksi diri
jangan terburu rasa gundah
karena itu tak kan membuat semuanya menjadi lebih baik...
Biarlah ku menunggu di sini
dalam keheningan yang ada
tak perlu lagi kau ungkit masalah lalu
karena itu tak kan menyelesaikan adanya...
Ku berharap ...kau mau kembali lagi ke padaku
karena ku kan tetap menunggumu...
hingga dirimu menyadari akan semua itu
bahwa kata hatimu tak kan sesuai dengan nuranimu
Janganlah kau berlalu dari hati ini
karena hati ini bukan untuk yang lain..
namun...hanya untuk dirimu seorang...
yang telah mengikat janji bersama dengan sang waktu
agar selalu menjagamu...hingga akhir waktu...
Puisi: Masih ada waktu
Puisi: Masih ada waktu
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
http://adyaksantoro.blogspot.com/
01 Agustus 2010
Sekarang....
Masih ada waktu untuk berharap
masih ada waktu untuk belajar
masih ada waktu untuk membaca
masih ada waktu untuk bekerja
gunakan kesempatan yang masih ada
gunakan kesempatan selagi ada waktu
gunakan kesempatan selagi masih ada harapan
gunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya....
Waktu dan kesempatan masih memberi harapan
untuk meraih harapan yang tinggi di angkasa
untuk meraih mimpi yang berpendar dalam relung mata
raih dan genggamlah harapan yang ada itu dalam dada mu
Tak ada lagi waktu untuk mengulur kesempatan
karena waktu tak mengenal kompromi
karena waktu tak mengenal kata kesepakatan
dan waktu ...tak mengenal kata berhenti atau menunggu...
Sekarang lah waktu nya untuk meraih kesempatan itu
bila tidak...tak ada lagi kesempatan kedua
yang ada adalah penyesalan....
raih dan gapailah ilmu setinggi bintang di angkasa...
yang kan membuatmu...bahagia...selamanya....
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
http://adyaksantoro.blogspot.com/
01 Agustus 2010
Sekarang....
Masih ada waktu untuk berharap
masih ada waktu untuk belajar
masih ada waktu untuk membaca
masih ada waktu untuk bekerja
gunakan kesempatan yang masih ada
gunakan kesempatan selagi ada waktu
gunakan kesempatan selagi masih ada harapan
gunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya....
Waktu dan kesempatan masih memberi harapan
untuk meraih harapan yang tinggi di angkasa
untuk meraih mimpi yang berpendar dalam relung mata
raih dan genggamlah harapan yang ada itu dalam dada mu
Tak ada lagi waktu untuk mengulur kesempatan
karena waktu tak mengenal kompromi
karena waktu tak mengenal kata kesepakatan
dan waktu ...tak mengenal kata berhenti atau menunggu...
Sekarang lah waktu nya untuk meraih kesempatan itu
bila tidak...tak ada lagi kesempatan kedua
yang ada adalah penyesalan....
raih dan gapailah ilmu setinggi bintang di angkasa...
yang kan membuatmu...bahagia...selamanya....
Puisi: Rerumputan hijau
Puisi: Rerumputan hijau
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
http://adyaksantoro.blogspot.com/
01 Agustus 2010
Rerumputan hijau telah tumbuh berkembang meninggi
menyusuri padang ilalang yang tersenyum mengembang
melambai pada rerumputan hijau yang menyegarkan
memberi salam kedamaian yang menyentuh rasa
Kupu-kupu terbang melayang tinggi ke angkasa
ke dunia yang bebas menantang
memberi harapan dan peluang untuk bersenandung riang
menyapa pada rerumputan hijau yang bersorak melambai padanya...
Kehidupan ini tetaplah menyenangkan dan menggembirakan
pada sisi-sisi kehidupan yang tersembunyi
di balik semak belukar yang berdendang riang
dan di balik dedauan yang terombang-ambing sang bayu....
Terasa ada kedamaian yang menepi di pantai hati ini
memandang buih ombak yang saling berkejaran
menatap sang awan putih yang tersenyum menawan
memberi harapan pada yang bersemangat meraih asa
dalam dendang riangnya yang tak berhenti setapak pun...
dalam keremangan malam yang tak tertidur lelap....
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
http://adyaksantoro.blogspot.com/
01 Agustus 2010
Rerumputan hijau telah tumbuh berkembang meninggi
menyusuri padang ilalang yang tersenyum mengembang
melambai pada rerumputan hijau yang menyegarkan
memberi salam kedamaian yang menyentuh rasa
Kupu-kupu terbang melayang tinggi ke angkasa
ke dunia yang bebas menantang
memberi harapan dan peluang untuk bersenandung riang
menyapa pada rerumputan hijau yang bersorak melambai padanya...
Kehidupan ini tetaplah menyenangkan dan menggembirakan
pada sisi-sisi kehidupan yang tersembunyi
di balik semak belukar yang berdendang riang
dan di balik dedauan yang terombang-ambing sang bayu....
Terasa ada kedamaian yang menepi di pantai hati ini
memandang buih ombak yang saling berkejaran
menatap sang awan putih yang tersenyum menawan
memberi harapan pada yang bersemangat meraih asa
dalam dendang riangnya yang tak berhenti setapak pun...
dalam keremangan malam yang tak tertidur lelap....
Puisi: Semangat lagi
Puisi: Semangat lagi...
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
http://adyaksantoro.blogspot.com/
27 Juli 2010
Hati ini terus bergejolak untuk meraih prestasi yang lebih lagi
prestasi yang lama tertidur dalam keterlenaanku yang jauh
yang terbenam dalam kalbu dan sanubariku yang menangis
menangisi hari-hariku yang dulu begitu redup menyapa relung hatiku...
Kini...ku tak mau lagi kembali ke masa yang lalu...
masa yang menjadikanku terlelap dalam tidur
terkulai lemah tanpa daya...dan tanpa semangat...
kini harus berubah...tuk meraih cita yang lebih tinggi....
Waktu kini mulai berpihak pada diriku lagi...
waktu yang pernah hilang dari pancaran sinar Pelangi ku...
kini ...bersahabat lagi dan tak kan pergi jauh dariku
menemaniku...dalam keseharianku yang bersemangat...
Sudah kulupakan waktu yang hilang dulu...
sudah kurangkul kembali waktu yang akan datang...
juga waktu kini...yang tersenyum indah padaku
tuk bersama-sama ...merajut masa depan yang lebih bersinar lagi...
Aku tak boleh terlena lagi...
tak boleh terlelap lagi...
karena daku sudah tertidur lama dalam buaian mimpiku...
mimpi yang indah dan melenakanku...hingga ku tak bisa terbangun
namun...sang waktu telah mengusikku dan membangunkanku...
hingga ku sadar...kini waktunya tuk bangkit lagi dari tidurku
dari mimpi indahku...tuk meraih cita-citaku yang tersandarkan
pada dahan yang tinggi ....di puncak bukit yang indah...
menantikan kedatanganku ...yang kan segera tiba...
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
http://adyaksantoro.blogspot.com/
27 Juli 2010
Hati ini terus bergejolak untuk meraih prestasi yang lebih lagi
prestasi yang lama tertidur dalam keterlenaanku yang jauh
yang terbenam dalam kalbu dan sanubariku yang menangis
menangisi hari-hariku yang dulu begitu redup menyapa relung hatiku...
Kini...ku tak mau lagi kembali ke masa yang lalu...
masa yang menjadikanku terlelap dalam tidur
terkulai lemah tanpa daya...dan tanpa semangat...
kini harus berubah...tuk meraih cita yang lebih tinggi....
Waktu kini mulai berpihak pada diriku lagi...
waktu yang pernah hilang dari pancaran sinar Pelangi ku...
kini ...bersahabat lagi dan tak kan pergi jauh dariku
menemaniku...dalam keseharianku yang bersemangat...
Sudah kulupakan waktu yang hilang dulu...
sudah kurangkul kembali waktu yang akan datang...
juga waktu kini...yang tersenyum indah padaku
tuk bersama-sama ...merajut masa depan yang lebih bersinar lagi...
Aku tak boleh terlena lagi...
tak boleh terlelap lagi...
karena daku sudah tertidur lama dalam buaian mimpiku...
mimpi yang indah dan melenakanku...hingga ku tak bisa terbangun
namun...sang waktu telah mengusikku dan membangunkanku...
hingga ku sadar...kini waktunya tuk bangkit lagi dari tidurku
dari mimpi indahku...tuk meraih cita-citaku yang tersandarkan
pada dahan yang tinggi ....di puncak bukit yang indah...
menantikan kedatanganku ...yang kan segera tiba...
Puisi: Semangat dan terus semangat
Puisi: Semangat dan terus semangat...
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
http://adyaksantoro/@blogspot.com/
24 Juli 2010
Tak ada lagi rasa luruh di hati
tak ada lagi luka di dada
yang ada ...adalah semangat untuk terus melangkah ke depan
maju dan meraih harapan yang tinggal selangkah....
Ku tahu...aku harus meraihnya sesegera mungkin...
jikalau tidak...usiaku kan termenung sedih
tanpa sapa dan tanpa kata bahagia
aku harus melaluinya...meski ku tahu...itu tidaklah mudah
namun...demi kesuksesanku....aku harus melaluinya....
Semangatku kini telah pulih kembali
bangkit dari tidurku yang lelap
terbangun karena panggilan hati nurani yang dalam
yang tak terpancarkan ...sejak lama...terlena....
Ku berharap...langkahku ini kan menumbuhkan langkah berikutnya
satu demi satu tahap harus kulalui...
agar kuraih sang Pelangi yang bersinar kemilau di angkasa...
meraih harapan yang lama kudambakan....
Semangat ...dan ...semangat....!
harus selalu ku torehkan dalam dadaku
dalam benak ku...
dalam sanubariku...
dan dalam mimpiku yang terukir indah di kalbuku.....!
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
http://adyaksantoro/@blogspot.com/
24 Juli 2010
Tak ada lagi rasa luruh di hati
tak ada lagi luka di dada
yang ada ...adalah semangat untuk terus melangkah ke depan
maju dan meraih harapan yang tinggal selangkah....
Ku tahu...aku harus meraihnya sesegera mungkin...
jikalau tidak...usiaku kan termenung sedih
tanpa sapa dan tanpa kata bahagia
aku harus melaluinya...meski ku tahu...itu tidaklah mudah
namun...demi kesuksesanku....aku harus melaluinya....
Semangatku kini telah pulih kembali
bangkit dari tidurku yang lelap
terbangun karena panggilan hati nurani yang dalam
yang tak terpancarkan ...sejak lama...terlena....
Ku berharap...langkahku ini kan menumbuhkan langkah berikutnya
satu demi satu tahap harus kulalui...
agar kuraih sang Pelangi yang bersinar kemilau di angkasa...
meraih harapan yang lama kudambakan....
Semangat ...dan ...semangat....!
harus selalu ku torehkan dalam dadaku
dalam benak ku...
dalam sanubariku...
dan dalam mimpiku yang terukir indah di kalbuku.....!
Puisi: Kutahu kini
Puisi: Kutahu kini
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
http://adyaksantoro.blogspot.com/
23 Juli 2010
Kutahu kini
bahwa suratku yang lalu
telah melukai hati indahmu
hanya karena sebait kata
yang indah ...namun..melukai hatimu...
Aku tak menyadarinya...kemarin
bahwa ...karena kata itu...
kau pergi ....meninggalkanku
tanpa harus memberitahukan ...padaku....
Aku tak mengerti...
bagaimana harus memulai kata indah untukmu lagi...
karena ku tak tahu...dimana kini kau berada
padahal daku sudah amat merindukan dirimu....
Apa yang sebaiknya aku persembahkan buatmu
apakah aku harus mencarimu...hingga kutemukan dikau
ataukah...aku hanya duduk termenung...memikirkanmu...
yang ku tahu....kau sudah tak ada di sini lagi....
Kususuri kembali kenangan indah bersamamu
saat ku rengkuh dirimu dalam peluk damaiku
saat kau memandangku dalam binarnya rona indah matamu
membuatku kembali tersenyum ...dan meraihmu dalam rengkuhan senyumku....
Kenangan lama...memang indah...dan tak mudah kulupakan...
saat kau merajuk ...memintaku untuk menyelesaikan tulisanku...
namun...daku tak mampu menyelesaikannya....
kau bersedih...dan daku pun bersemangat kembali tuk memenuhi keinginanmu....
Saat terindah...saat kau memeluk mesra diriku
saat kau tersenyum indah padaku...
saat kau memasakkan daku makanan kesukaanku...
saat kau memandangku dan merangkulku dengan kemanjaan diri...
yang membuatku ...semakin sayang padamu.....
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
http://adyaksantoro.blogspot.com/
23 Juli 2010
Kutahu kini
bahwa suratku yang lalu
telah melukai hati indahmu
hanya karena sebait kata
yang indah ...namun..melukai hatimu...
Aku tak menyadarinya...kemarin
bahwa ...karena kata itu...
kau pergi ....meninggalkanku
tanpa harus memberitahukan ...padaku....
Aku tak mengerti...
bagaimana harus memulai kata indah untukmu lagi...
karena ku tak tahu...dimana kini kau berada
padahal daku sudah amat merindukan dirimu....
Apa yang sebaiknya aku persembahkan buatmu
apakah aku harus mencarimu...hingga kutemukan dikau
ataukah...aku hanya duduk termenung...memikirkanmu...
yang ku tahu....kau sudah tak ada di sini lagi....
Kususuri kembali kenangan indah bersamamu
saat ku rengkuh dirimu dalam peluk damaiku
saat kau memandangku dalam binarnya rona indah matamu
membuatku kembali tersenyum ...dan meraihmu dalam rengkuhan senyumku....
Kenangan lama...memang indah...dan tak mudah kulupakan...
saat kau merajuk ...memintaku untuk menyelesaikan tulisanku...
namun...daku tak mampu menyelesaikannya....
kau bersedih...dan daku pun bersemangat kembali tuk memenuhi keinginanmu....
Saat terindah...saat kau memeluk mesra diriku
saat kau tersenyum indah padaku...
saat kau memasakkan daku makanan kesukaanku...
saat kau memandangku dan merangkulku dengan kemanjaan diri...
yang membuatku ...semakin sayang padamu.....
Langganan:
Postingan (Atom)