Puisi: Tersenyum kembali
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
http://adyaksantoro.blogspot.com/
05 September 2010
gunung es ini kembali mencair ...mengalir deras
menuruni bukit yang terjal dan curam
membelah bongkahan es yang membeku
melewati sejuta rintihan pecahan es yang mencair
Tak lagi ku dapat memendam kegundahan batu karang ini
kegundahan yang dapat membekukan isi hatiku
yang makin lama ....semakin mendinginkan hati
hati yang selalu bersemangat dalam menapak harapan...
kulalui jalan setapak yang tak pernah kulewati
kucari cara agar kudapat melepaskan kepenatan ini
yang telah mengurung jiwaku sekian lama
dalam kehampaan pikiran yang menggerogoti relung jiwaku
Ku tak dapat melenakan diriku seperti ini
terlena dalam kekosongan alam yang bernyanyi
terlelap dalam tidur yang nyenyak ...tanpa mimpi...
ku harus kembali bangun dan menari kan jiwaku yang membeku
Kugapai serumpun rumput ilalang yang tegak berdiri
tertiup sang bayu yang berhembus lirih
agar ku dapat menyandarkan jemari hatiku untuk sesaat
agar ku tak terjatuh lagi dalam mimpi indahku yang melenakanku....
dengan harapan...ku dapat bangkit kembali dari tidur lelapku....
yang terpeluk erat dalam rangkulan sang waktu yang menggapaiku....
Sesaat ku sadari diri ini
daku telah berjalan cukup jauh untuk melewati gurun tandus ini
yang kemarin nampak segar dan menyilaukan hati ku
kini...tak lagi terlihat senyum sang mentari pagi yang menyambutku...
karena...daku terlepap dalam tidur ku yang panjang...
dalam pesona jiwa yang terbiaskan rasa indah....
Mimpi tetaplah mimpi yang indah...yang mempesona dan anggun....
semuanya kini...harus diwujudkan dalam tarian tuts komputerku
untuk meraih masa depan yang lebih ceria
seceria mimpi indahku yang bergelut dengan cucuran keringat simpatiku...
yang tersenyum mesra ....bersama sang Pelangi yang berpendar....