Puisi: Senyum sang Bidadari
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
17 September 2010
Senyum sang bidadari telah mengembang dari bibirnya yang manis
menebar...mengusik sang alam yang terlena dalam keheningan pagi...
memancarkan sukma dalam sejuta impian pada sang rerumputan hijau
yang mengangguk liriih pada sang embun yang memeluknya....
Kicau burung Pipiet terdengar merdu mendayu
melantukan kidung kasmaran pada sang pasangannya...
yang mendengarkan dengan penuh takjub dan kagum...
betapa indah dan merdunya suara sang kekasih hatinya....
Alam berseru pada sang gunung dan bukit yang terjal
agar mendengarkan nyanyian sang bidadari yang sedang bersenandung riang
pada relung hati sang Pelangi yang bersiul merdu
mengembangkan aneka warna yang menyebar ke segala penjuru bumi....
mengetuk pintu hati pada sang burung bangau yang terbang melintas di persawahan yang menguning
menepati janjinya pada sang katak yang bersembunyi di balik genangan sang air yang menggodanya....
Lambaian sang lumut laut terus mengalir mengambang...
mengikuti alunan ombak yang bergelombang di samudara yang biru
mengikis pasir putih yang tersentuh rasa pada buih-buih airnya....
yang mendesah kehausan pada sang mentari pagi yang tersenyum melambai ...
Senandung seruling terus memaku dahan-dahan yang kering membasah...
menyirami hati sanubari yang sedang duduk melamunkan diri
mengajak untuk bergembira bersama....bernyanyi bersama...
sambil menawarkan hati yang gundah ....tuk kembali bersemangat lagi..
menapak kehidupan yang makin panjang dan berliku....
tuk selalu berdoa pada sang Maha Pencipta-Nya...
agar mensyukuri nikmat-Nya....
dan terap tawakal dalam berusaha dan berdoa pada-Nya....
dalam mengarungi lautan kebahagian hidup yang terindah ini.....