Puisi: Terdiam sejenak
Oleh: Andin Adyaksantoro
22 September 2010
Kadang ….keterdiaman menjadi kan emas berlian di pangkuan hatiku....
Kadang…keheningan …bagaikan mutiara di laut yang dalam dan dingin menghanyutkan...
Yang semuanya …kan membuat rasa arif dan bijak dalam berpendirian…
Pada sang alam dan Pencipta-Nya Yang Maha Abadi….
Kadang …malam hari…kan menyibak kebekuan yang terpana
Kadang…sang rembulan kan melepaskan lelah dalam singgasananya…
‘Tuk meraih hatimu yang sedang kasmaran…pada sang kekasih hati
Yang sedang merajut elok nama indahmu yang tersampirkan….di hatinya…
Buatlah…keheningan ini…hening yang bermakna…dan bernilai
Buatlah…keterdiaman ini…rasa yang membanggakan pada sang Merpati yang terbang di angkasa
Pada mentari pagi yang menyejukkan…jiwa rindumu...
Pada sang rerumputan hijau yang basah dan menyegarkan ….terkena embun pagi yang merangkulnya…
Keindahan alam ini…sungguh elok dan menakjubkan…
Membuat hati yang bersedih….menjadi gembira dan ceria…
Membuat hati yang luruh…kembali bersemangat dan melonjak kegirangan…
Saat sang mentari pagi mengunjungi hati beningmu yang indah bercahaya….
Susunlah…rasa keindahan ini dalam sanubarimu…
Teruslah bersemangat menyongsong pagi yang indah dan gemerlap ini…
Karena…esok hari …tak kan datang seperti hari ini…
Sambutlah hari ini dengan semangat hidupmu yang tinggi dan terhormat…
Hari ini lebih baik dari hari kemarin…
dan hari esok lebih baik dari hari ini…
sedangkan kemarin…adalah lebih baik dari lusa kemarin….
terus perbaiki nllai diri dan terus bersemangat pagi….
Menyongsong pagi yang indah dan ceria….
seperti hari ini…yang indah dan mempesona….
Bersama mentari pagi yang terus mengibarkan sinarnya yang menghangatkan jiwa….
Dalam peluk mesra…sang rengkuhan hati yang tersanjung ……
Rabu, 22 September 2010
Selasa, 21 September 2010
Puisi: Hilangkan rasa sedih
Puisi: Hilangkah rasa sedih
Oleh: Andin Adyaksantoro
22 September 2010
HIlangkahkan rasa sedih di hatimu
Yang meronta dan ingin lepas dan lari kenyataan yang ada…
Yang merasa diri tak mampu ….merasa diri tak berdaya…
Pada keadaan yang menghimpit mu…yang menekan jiwamu…
Kesedihan tak ada gunanya…
Karena itu akan menambah beban di hatimu…
Berpalinglah darinya….jangan pedulikan lagi…
Teruslah bersemangat …
Lihatlah di atas sana….tataplah langit di atas sana…yang membiru
Indah dan bersinar keelokan….
Yang kan mengajakmu untuk bergembira ria lagi….
Bersama sang Pelangi yang beraneka warna…mengelilingimu….
Bernyanyi bersama …dirimu yang terpana …terdiam diri…..
Teruslah berkarya dengan tekun dan tekun….
Jangan terhenti di senandung impian …
dan jangan berhenti di tengah hamparan pematang yang berjalan…
Karena …tak ada usaha yang kan sia-sia…
Bila dibarengi dengan doa dan usaha yang tekun dan rajin…
Belajarlah terus….hingga akhir batas usia kan menjelang….
Karena pengetahuan adalah pembuka jendela dunia
Yang tak kan pernah pudar oleh sang waktu
Dan tak kan lekang oleh usia yang bertambah….
‘Kan…kau dapatkan rasa bahagia yang bernilai
Yang dapat membuatmu bangga dan tersenyum ceria…
Saat mutiara dan berlian berkumpul dalam genggamanmu…
Menari bersama….berdendang bersama…melantunkan lagu kasmaran
Pada hatimu yang tersanjung oleh hasil keringatmu yang mendamba…
Oleh: Andin Adyaksantoro
22 September 2010
HIlangkahkan rasa sedih di hatimu
Yang meronta dan ingin lepas dan lari kenyataan yang ada…
Yang merasa diri tak mampu ….merasa diri tak berdaya…
Pada keadaan yang menghimpit mu…yang menekan jiwamu…
Kesedihan tak ada gunanya…
Karena itu akan menambah beban di hatimu…
Berpalinglah darinya….jangan pedulikan lagi…
Teruslah bersemangat …
Lihatlah di atas sana….tataplah langit di atas sana…yang membiru
Indah dan bersinar keelokan….
Yang kan mengajakmu untuk bergembira ria lagi….
Bersama sang Pelangi yang beraneka warna…mengelilingimu….
Bernyanyi bersama …dirimu yang terpana …terdiam diri…..
Teruslah berkarya dengan tekun dan tekun….
Jangan terhenti di senandung impian …
dan jangan berhenti di tengah hamparan pematang yang berjalan…
Karena …tak ada usaha yang kan sia-sia…
Bila dibarengi dengan doa dan usaha yang tekun dan rajin…
Belajarlah terus….hingga akhir batas usia kan menjelang….
Karena pengetahuan adalah pembuka jendela dunia
Yang tak kan pernah pudar oleh sang waktu
Dan tak kan lekang oleh usia yang bertambah….
‘Kan…kau dapatkan rasa bahagia yang bernilai
Yang dapat membuatmu bangga dan tersenyum ceria…
Saat mutiara dan berlian berkumpul dalam genggamanmu…
Menari bersama….berdendang bersama…melantunkan lagu kasmaran
Pada hatimu yang tersanjung oleh hasil keringatmu yang mendamba…
Puisi: Ingatlah
Puisi: Ingatlah
Oleh: Andin Adyaksantoro
22 September 2010
Ingatlah …di kala kau saat menderita…
Ingatlah ….di kala kau di putus cinta dari kekasihmu….
Ingatlah….di kala kau tak memiliki apa pun…
Tetapi….tetaplah bersyukur ke pada-Nya….yang memberikan hidup ini ….sangat indah…
Ingatlah…di saat kau sakit…
Ingatlah…di saat kau tak punya semangat lagi….
Ingatlah…di saat kau menangis …karena rasa pilu di hati…
Namun…tetaplah ingat pada Yang Maha Esa, yang memberimu umur yang panjang…
Semuanya itu …adalah kisah hidup yang harus selalu kau kenang…
Agar dirimu segera bangkit dan berusaha lagi…
Berusaha untuk menapak langkah yang terhenti sesaat…
Melangkah lagi….dan melangkah lagi…hingga akhirnya …kau dapat berlari kencang…
Seperti angin yang berhembus semilir…di malam hari….yang dingin….
Teruslah berusaha dan berusaha…menggapai mimpimu….
Jangan hiraukan masa yang lalu…
Yang melambaikan tangannya…agar kau kembali terpuruk….
Teruslah melangkah ke depan…yang terang dan benderang…
Tuk meraih cita dan cintamu yang jadi impianmu….
Meraih…bayang impanmu yang melambai indah …padamu….
Karena Kesuksesan menanti mu ....di depan langkah terdepanmu…..raihlah…gapailah….
Teruslah berusaha dan berdoa…selalu….
Oleh: Andin Adyaksantoro
22 September 2010
Ingatlah …di kala kau saat menderita…
Ingatlah ….di kala kau di putus cinta dari kekasihmu….
Ingatlah….di kala kau tak memiliki apa pun…
Tetapi….tetaplah bersyukur ke pada-Nya….yang memberikan hidup ini ….sangat indah…
Ingatlah…di saat kau sakit…
Ingatlah…di saat kau tak punya semangat lagi….
Ingatlah…di saat kau menangis …karena rasa pilu di hati…
Namun…tetaplah ingat pada Yang Maha Esa, yang memberimu umur yang panjang…
Semuanya itu …adalah kisah hidup yang harus selalu kau kenang…
Agar dirimu segera bangkit dan berusaha lagi…
Berusaha untuk menapak langkah yang terhenti sesaat…
Melangkah lagi….dan melangkah lagi…hingga akhirnya …kau dapat berlari kencang…
Seperti angin yang berhembus semilir…di malam hari….yang dingin….
Teruslah berusaha dan berusaha…menggapai mimpimu….
Jangan hiraukan masa yang lalu…
Yang melambaikan tangannya…agar kau kembali terpuruk….
Teruslah melangkah ke depan…yang terang dan benderang…
Tuk meraih cita dan cintamu yang jadi impianmu….
Meraih…bayang impanmu yang melambai indah …padamu….
Karena Kesuksesan menanti mu ....di depan langkah terdepanmu…..raihlah…gapailah….
Teruslah berusaha dan berdoa…selalu….
Senin, 20 September 2010
Puisi: Maukah kau menjadi kekasih ku
Puisi: Maukah kau menjadi kekasihku
Oleh: Andin Adyaksantoro
20 September 2010
Sinar rembulan memancar dengan terangnya…
Dengan indahnya…seindah bintang yang gemerlap di angkasa
Kerlap kerlip ….mengedipkan matanya yang indah dan mempesona…
Secantik dirimu yang aku impikan dalam bayang malamku yang temaram….
Keanggunan dirimu…telah membuat diriku takluk …
Kecerdasanmu…telah membuatku terpesona pada pemikiranmu yang smart…
Membuat daku tak bisa bernafas …saat kau melintas di depanku…
Dnegan lemah gemulai…mempesona seluruh sendi jiwaku yang terbang melayang….tinggi ke angkasa
Kau adalah jelmaan bidadari yang singgah ke bumi…
Untuk menengok diriku…
Untuk melihat diriku…yang sedang kasmaran pada dirimu…
Yang kini… kau makin cantik saja…saat kau duduk di depanku…memandang diriku…
Aku makin kikuk dan nafasku makin menyesakkan dadaku…
Harum mewangi…semerbak….wangi badanmu….membuat diriku tak beranjak dari sisimu…
Yang terus memandang diriku…dengan seulas senyum mu yang indah menggurat di bibirmu…
Menambah cantiknya dirimu…yang memang sudah cantik….dan anggun…
Entah kenapa hatiku tak bisa menghalau bayang indahmu dari alam pikirku…
Kenapa jiwaku begitu lemah saat memandang dirimu….yang penuh pesona…
Apakah diriku sedang di landa kasmaran pada dirimu…
Entahlah…yang ku tahu…aku jadi makin grogi dan serba salah tingkah…
Saat kau memandang diriku….aku pun pura-pura memandang ke tempat yang lain…
Namun…saat kau tak memandang diriku…aku kembali memandang dirimu…
Saat pandangan kita beradu…kau pun tersenyum…merekah…
Namun…daku makin berdegup rasa jantungku….ingin tersenyum…tapi tak bisa…
Aku terlalu jaim untuk mengumbar senyum pada kecantikan dirimu …
Yang memang ku akui sejujurnya….aku terpesona pada indahnya wajahmu….
Saat kau pergi menjauh dari diriku…
Daku tak menginginkannya….
Namun…saat kau memandang diriku kembali…
Daku ..malah tambah kacau …makin tak menentu…tingkahku…
Yang ku tahu…aku ingin selalu dekat dirimu….
Selalu…jangan jauh dari diriku….yang memang merindukan mu…
Namun…aku tak bisa berkata untuk mengatakan itu semua padamu…
Karena daku tak ada keberanian untuk mengungkapkan isi hatiku padamu…
Kau terlalu indah untuk ku…
Kau terlalu cantik untuk ku…
Namun…aku menyukai dirimu…
Maukah…kau menjadi kekasih hatiku…
Kekasih untuk hidupku ….selamanya….
Ku harap…jawabanmu…iya…, mau…mau...!
Oleh: Andin Adyaksantoro
20 September 2010
Sinar rembulan memancar dengan terangnya…
Dengan indahnya…seindah bintang yang gemerlap di angkasa
Kerlap kerlip ….mengedipkan matanya yang indah dan mempesona…
Secantik dirimu yang aku impikan dalam bayang malamku yang temaram….
Keanggunan dirimu…telah membuat diriku takluk …
Kecerdasanmu…telah membuatku terpesona pada pemikiranmu yang smart…
Membuat daku tak bisa bernafas …saat kau melintas di depanku…
Dnegan lemah gemulai…mempesona seluruh sendi jiwaku yang terbang melayang….tinggi ke angkasa
Kau adalah jelmaan bidadari yang singgah ke bumi…
Untuk menengok diriku…
Untuk melihat diriku…yang sedang kasmaran pada dirimu…
Yang kini… kau makin cantik saja…saat kau duduk di depanku…memandang diriku…
Aku makin kikuk dan nafasku makin menyesakkan dadaku…
Harum mewangi…semerbak….wangi badanmu….membuat diriku tak beranjak dari sisimu…
Yang terus memandang diriku…dengan seulas senyum mu yang indah menggurat di bibirmu…
Menambah cantiknya dirimu…yang memang sudah cantik….dan anggun…
Entah kenapa hatiku tak bisa menghalau bayang indahmu dari alam pikirku…
Kenapa jiwaku begitu lemah saat memandang dirimu….yang penuh pesona…
Apakah diriku sedang di landa kasmaran pada dirimu…
Entahlah…yang ku tahu…aku jadi makin grogi dan serba salah tingkah…
Saat kau memandang diriku….aku pun pura-pura memandang ke tempat yang lain…
Namun…saat kau tak memandang diriku…aku kembali memandang dirimu…
Saat pandangan kita beradu…kau pun tersenyum…merekah…
Namun…daku makin berdegup rasa jantungku….ingin tersenyum…tapi tak bisa…
Aku terlalu jaim untuk mengumbar senyum pada kecantikan dirimu …
Yang memang ku akui sejujurnya….aku terpesona pada indahnya wajahmu….
Saat kau pergi menjauh dari diriku…
Daku tak menginginkannya….
Namun…saat kau memandang diriku kembali…
Daku ..malah tambah kacau …makin tak menentu…tingkahku…
Yang ku tahu…aku ingin selalu dekat dirimu….
Selalu…jangan jauh dari diriku….yang memang merindukan mu…
Namun…aku tak bisa berkata untuk mengatakan itu semua padamu…
Karena daku tak ada keberanian untuk mengungkapkan isi hatiku padamu…
Kau terlalu indah untuk ku…
Kau terlalu cantik untuk ku…
Namun…aku menyukai dirimu…
Maukah…kau menjadi kekasih hatiku…
Kekasih untuk hidupku ….selamanya….
Ku harap…jawabanmu…iya…, mau…mau...!
Puisi: Kau jadi milik ku
Puisi: Kau jadi milikku
Oleh: Andin Adyaksantoro
20 September 2010
Saat perasaan ini menggelora di hati
Saat perasaan ini tak ingin lepas memandangmu…
Daku …seakan tak kuasa untuk berpaling darimu…
Dari senyum indahmu…yang terbawa hingga dalam mimpiku…
Seulas senyum indahmu…telah merontokkan hati ku yang kokoh ini…
Yang tak kan pernah pudar dari rasa ego ku
Yang tak kan terjamah oleh rasa keindahan dari sang dewi malam…
Namun…dengan dirimu…hatiku…luluh…dan tak dapat bangun lagi…
Kaulah yang dapat memikat jiwaku…hatiku..dan seluruh relung kalbuku…
Entah mengapa …aku dapat terpesona pada dirimu…
Entah mengapa daku tertarik pada gerak gerikmu yang lincah dan menawan…
Membuat daku selalu terbayang akan keelokan wajahmu…yang cantik…dan ayu…
Daku…tak bisa lepas dari jeratan cintamu…yang menggebu…
Kau berikan daku surat yang indah…dan bersampul biru
Harum mewangi dan bertuliskan …tulisan yang indah dan berbunga…
Membuat daku terbawa perasaan untuk segera membukanya…
Dan ternyata surat dari dirimu….yang menyatakan…bahwa kau tertarik padaku…
Simpati …., terpesona….., jatuh cinta….dan sejenisnya….yang membuat daku kelimpungan…
Dan tak menyangka akan mendapat surat yang begitu merayu dengan sejuta geloranya….
Ku tak dapat bertahan dari kesendirianku…
Ku tak dapat melepaskan diri dari rasa inginku memiliki seorang kekasih…
Kekasih yang dapat diajak untuk bercanda ria…
Kekasih yang dapat menghibur hatiku…
Dan …kekasih yang dapat kubanggakan….
Kini…kau telah mendapatkan diriku…
Dan …aku pun juga menyukai dirimu…
Aku suka…dan kau pun…juga demikian…
Jodoh…memang tak disangka-sangka….tibanya…
Kini…ku harap kau mau menerima diriku apa adanya…
Demikian pula dirimu…., ku terima dengan seindahnya…
Cinta memang buta…
Dan cinta memang indah…
Dan aku pun ternyata pengagum …cinta sejati…cinta dari dirimu…yang kusayang…
Hingga akhir menutup mata….selamanya….
Oleh: Andin Adyaksantoro
20 September 2010
Saat perasaan ini menggelora di hati
Saat perasaan ini tak ingin lepas memandangmu…
Daku …seakan tak kuasa untuk berpaling darimu…
Dari senyum indahmu…yang terbawa hingga dalam mimpiku…
Seulas senyum indahmu…telah merontokkan hati ku yang kokoh ini…
Yang tak kan pernah pudar dari rasa ego ku
Yang tak kan terjamah oleh rasa keindahan dari sang dewi malam…
Namun…dengan dirimu…hatiku…luluh…dan tak dapat bangun lagi…
Kaulah yang dapat memikat jiwaku…hatiku..dan seluruh relung kalbuku…
Entah mengapa …aku dapat terpesona pada dirimu…
Entah mengapa daku tertarik pada gerak gerikmu yang lincah dan menawan…
Membuat daku selalu terbayang akan keelokan wajahmu…yang cantik…dan ayu…
Daku…tak bisa lepas dari jeratan cintamu…yang menggebu…
Kau berikan daku surat yang indah…dan bersampul biru
Harum mewangi dan bertuliskan …tulisan yang indah dan berbunga…
Membuat daku terbawa perasaan untuk segera membukanya…
Dan ternyata surat dari dirimu….yang menyatakan…bahwa kau tertarik padaku…
Simpati …., terpesona….., jatuh cinta….dan sejenisnya….yang membuat daku kelimpungan…
Dan tak menyangka akan mendapat surat yang begitu merayu dengan sejuta geloranya….
Ku tak dapat bertahan dari kesendirianku…
Ku tak dapat melepaskan diri dari rasa inginku memiliki seorang kekasih…
Kekasih yang dapat diajak untuk bercanda ria…
Kekasih yang dapat menghibur hatiku…
Dan …kekasih yang dapat kubanggakan….
Kini…kau telah mendapatkan diriku…
Dan …aku pun juga menyukai dirimu…
Aku suka…dan kau pun…juga demikian…
Jodoh…memang tak disangka-sangka….tibanya…
Kini…ku harap kau mau menerima diriku apa adanya…
Demikian pula dirimu…., ku terima dengan seindahnya…
Cinta memang buta…
Dan cinta memang indah…
Dan aku pun ternyata pengagum …cinta sejati…cinta dari dirimu…yang kusayang…
Hingga akhir menutup mata….selamanya….
Puisi: Kini
Puisi: Kini
Oleh: Andin Adyaksantoro
20 September 2010
Hati ku sekarang terasa lega dan plong
Setelah kau memberi kan senyum mu …untuk ku
Yang sangat mengharapkanmu…
Yang selalu mendamba ….jawabanmu….
Kini …kusadari …kenapa kau dulu hanya terdiam membisu
Tak menyapa daku…
Tak menjawab …cintaku…
Karena….dirimu…sedang bertanya dalam hati mu…tentang diriku…
Dapatkah …daku menjadi kekasihmu….
Kini…baru ku benar benar bahagia…
Sebahagia …saat ku mendapatkan sebutir permen coklat dari ibuku…
Saat ku masih kecil dan manja ….
Saat ku suka cengeng dan menangis…tersedu-sedu…
Dunia terasa tertawa terbahak-bahak padaku…
Dunia terasa memberikan daku pujian dan sanjungan…
Berpuluh jempol ditunjukkan padaku…
Betapa aku dapat meraih cintamu…yang berwujud berlian emas itu…
Dulu…aku pun tak menyangka akan dapat meraih cintamu…
Dulu pun…aku tak menyangka…bahwa ..daku dapat meraih hatimu…
Kini…usahaku telah berbuah hasil…
Daku akan berusaha membahagiakanmu….dan hatimu….
Hingga ku dapat jempol dua jari …dari pesonamu yang mempesona….
Engkau tersenyum…saat ku genggam jemarimu…
Engkau tertawa …saat ku pandang binar bola matamu yang indah dan menawan…
Daku amat bahagia…bahagia sekali…
Ku ingin memberikanmu…apa pun yang kau pinta….
Bahkan semalam suntuk pun aku kau minta untuk belajar pun…aku mampu…
Demi kebahagiaanmu….demi rasa banggamu…padaku….
Kini…rasa itu masih menyelimuti diriku…
Bila ku kenang saat kau bersama daku…
Saat kita masih remaja dan bersemangat untuk belajar…
Meraih prestasi di bangku sma dan kuliah….
Saat kau dan aku saling memandang…dengan indahnya….
Kini…,kita sudah tua dan sudah tak remaja lagi…
Namun…senyum mu masih kusimpan dalam hati…
Dan aku pun hingga saat ini masih sering terpana melihat senyum cantikmu …padaku…
Oh…kasihku…kemarilah…kan ku peluk dirimu…dengan mesra…
Semesra…kita saat masih remaja dulu….untuk selamanya…., cintaku…
Oleh: Andin Adyaksantoro
20 September 2010
Hati ku sekarang terasa lega dan plong
Setelah kau memberi kan senyum mu …untuk ku
Yang sangat mengharapkanmu…
Yang selalu mendamba ….jawabanmu….
Kini …kusadari …kenapa kau dulu hanya terdiam membisu
Tak menyapa daku…
Tak menjawab …cintaku…
Karena….dirimu…sedang bertanya dalam hati mu…tentang diriku…
Dapatkah …daku menjadi kekasihmu….
Kini…baru ku benar benar bahagia…
Sebahagia …saat ku mendapatkan sebutir permen coklat dari ibuku…
Saat ku masih kecil dan manja ….
Saat ku suka cengeng dan menangis…tersedu-sedu…
Dunia terasa tertawa terbahak-bahak padaku…
Dunia terasa memberikan daku pujian dan sanjungan…
Berpuluh jempol ditunjukkan padaku…
Betapa aku dapat meraih cintamu…yang berwujud berlian emas itu…
Dulu…aku pun tak menyangka akan dapat meraih cintamu…
Dulu pun…aku tak menyangka…bahwa ..daku dapat meraih hatimu…
Kini…usahaku telah berbuah hasil…
Daku akan berusaha membahagiakanmu….dan hatimu….
Hingga ku dapat jempol dua jari …dari pesonamu yang mempesona….
Engkau tersenyum…saat ku genggam jemarimu…
Engkau tertawa …saat ku pandang binar bola matamu yang indah dan menawan…
Daku amat bahagia…bahagia sekali…
Ku ingin memberikanmu…apa pun yang kau pinta….
Bahkan semalam suntuk pun aku kau minta untuk belajar pun…aku mampu…
Demi kebahagiaanmu….demi rasa banggamu…padaku….
Kini…rasa itu masih menyelimuti diriku…
Bila ku kenang saat kau bersama daku…
Saat kita masih remaja dan bersemangat untuk belajar…
Meraih prestasi di bangku sma dan kuliah….
Saat kau dan aku saling memandang…dengan indahnya….
Kini…,kita sudah tua dan sudah tak remaja lagi…
Namun…senyum mu masih kusimpan dalam hati…
Dan aku pun hingga saat ini masih sering terpana melihat senyum cantikmu …padaku…
Oh…kasihku…kemarilah…kan ku peluk dirimu…dengan mesra…
Semesra…kita saat masih remaja dulu….untuk selamanya…., cintaku…
Minggu, 19 September 2010
Puisi: Pagi ini
Puisi: Pagi ini
Oleh: Andin Adyaksantoro
19 September 2010
Pagi ini…indah sekali …
Mentari pagi bersinar cerah dan cemerlang…
Menatap sang bumi yang tersenyum ceria padanya…
Memahatkan kata selamat pagi ‘tuk sang alam yang bersenandung merdu…
Menyanyikan kidung pagi yang indah untuk sang Pelangi yang berpendar….
Pagi ini...., alam telah berbisik pada sang mentari pagi
Apakah pagi ini awan mendung kan datang lagi...?
Apakah sang halilintar kan datang menyambar …?
Tidak…!, jawaban sang mentari pagi sambil tersenyum pada sang alam…
Pagi yang cerah dan bersinar gemerlap….
Awan putih berarak ….menarikan tarian Gatotkoco Gandrung…
Yang sedang kasmaran pada sang kekasih hati…
Yang jauh di sana…di seberang angkasa yang biru mempesona….
Nun jauh di sana….Burung-burung merpati beterbangan…
Bersama sang kekasih yang selalu dilindunginya…
Yang selalu berada di sampingnya….memberikan makanannya untuk pasangannya…
Agar pasangannya selalu sehat dan gembira hatinya….saling membahagiakannya….
Bunga mawar dan melati tumbuh bersemi….
Saling berkejaran dalam merangkai kata indah…
Pada sang dedaunan hijau yang selalu menghiasinya…
Agar tak pernah lelah untuk selalu memberi senyum keindahan padanya….
Gunung dan bukit saling bersalaman
Berjabat erat dalam keterpaduan yang hakiki
Tuk saling menyapa dan bersenandung riang…
Menyaksikan sang petani memanen sawahnya yang telah menguning….
Air sungai dan laut yang biru saling mengisi dan melengkapi
Saling menjaga rasa dan citra yang tergapaikan…
Memadu janji untuk saling melestarikan kasih…
Kasih yang mesra …antara air sungai dan laut yang membiru…
Kehidupan ini amatlah indah dan penuh kedamaian…
Penuh rasa bahagia dan saling menyintai…
Antara hati yang merindu dan rasa keindahan yang menjulang…
Menghasilkan citra rasa yang santun dan bermartabat…
Saling menghormati ….
Saling menghargai…
Dan saling ….jatuh cinta….pada rasa yang sama…keindahan hati….
Oleh: Andin Adyaksantoro
19 September 2010
Pagi ini…indah sekali …
Mentari pagi bersinar cerah dan cemerlang…
Menatap sang bumi yang tersenyum ceria padanya…
Memahatkan kata selamat pagi ‘tuk sang alam yang bersenandung merdu…
Menyanyikan kidung pagi yang indah untuk sang Pelangi yang berpendar….
Pagi ini...., alam telah berbisik pada sang mentari pagi
Apakah pagi ini awan mendung kan datang lagi...?
Apakah sang halilintar kan datang menyambar …?
Tidak…!, jawaban sang mentari pagi sambil tersenyum pada sang alam…
Pagi yang cerah dan bersinar gemerlap….
Awan putih berarak ….menarikan tarian Gatotkoco Gandrung…
Yang sedang kasmaran pada sang kekasih hati…
Yang jauh di sana…di seberang angkasa yang biru mempesona….
Nun jauh di sana….Burung-burung merpati beterbangan…
Bersama sang kekasih yang selalu dilindunginya…
Yang selalu berada di sampingnya….memberikan makanannya untuk pasangannya…
Agar pasangannya selalu sehat dan gembira hatinya….saling membahagiakannya….
Bunga mawar dan melati tumbuh bersemi….
Saling berkejaran dalam merangkai kata indah…
Pada sang dedaunan hijau yang selalu menghiasinya…
Agar tak pernah lelah untuk selalu memberi senyum keindahan padanya….
Gunung dan bukit saling bersalaman
Berjabat erat dalam keterpaduan yang hakiki
Tuk saling menyapa dan bersenandung riang…
Menyaksikan sang petani memanen sawahnya yang telah menguning….
Air sungai dan laut yang biru saling mengisi dan melengkapi
Saling menjaga rasa dan citra yang tergapaikan…
Memadu janji untuk saling melestarikan kasih…
Kasih yang mesra …antara air sungai dan laut yang membiru…
Kehidupan ini amatlah indah dan penuh kedamaian…
Penuh rasa bahagia dan saling menyintai…
Antara hati yang merindu dan rasa keindahan yang menjulang…
Menghasilkan citra rasa yang santun dan bermartabat…
Saling menghormati ….
Saling menghargai…
Dan saling ….jatuh cinta….pada rasa yang sama…keindahan hati….
Puisi: Apa yang harus kuperbuat untukmu
Puisi: Apa yang harus kuperbuat untukmu
Oleh: Andin Adyaksantoro
19 September 2010
Apa yang harus kuperbuat untukmu…
Untuk membahagiakan dirimu
Untuk menyapa lembut hati indahmu..
Yang selalu kudamba …di setiap waktu ku….
Engkau selalu mengelak kata
Bila daku ingin meminta jawaban hatiku
Kau selalu menghindar dariku
Selalu berkelit dan tak menyapa cintaku…
Apa yang harus kuperbuat untuk menyapamu…
Meski kau ada di depanku…
Di kerling bola mataku… yang memandangmu
Yang selalu berusaha menarik perhatianmu….
Namun…itu semua sia-sia belaka…
Semua yang kuperbuat untukmu…
Selalu kau tak pedulikan…
Entah….apakah memang seharusnya demikian….?
Sudah berpuluh waktu ku sapa dirimu…
Namun…hatimu tetap membeku …tanpa meleleh sedikit pun padaku…
Tak pernah mencair …meski ku memohon padamu…
Hatimu telah membeku …sekeras batu yang dingin….
Apa yang harus kuperbuat untuk menarik pesonamu
Tak ada lagi yang dapat ku lakukan…
Aku hanya bisa pasrah dan menunggu jawabanmu….
Meski aku ragu …apakah itu yang terbaik …untuk ku…
Namun…aku kan tetap tabah untuk menerimanya….
Apa pun yang akan kau katakan padaku…., cintaku…
Aku memang bukan seperti yang kau inginkan…
Aku bukan pujaan hatimu…
Namun….aku berusaha menjadi yang terbaik untukmu…
Meski ku tahu dan menyadarinya….
Daku bukanlah yang terbaik….menurutmu…
Namun…aku telah mencobanya….berbuat yang terbaik…untukmu…
Apa pun hasilnya….itulah kemampuanku….
Itulah kebanggaanku….untukmu….
Yang hanya kupersembahkan…buatmu…seorang…., cintaku…
Oleh: Andin Adyaksantoro
19 September 2010
Apa yang harus kuperbuat untukmu…
Untuk membahagiakan dirimu
Untuk menyapa lembut hati indahmu..
Yang selalu kudamba …di setiap waktu ku….
Engkau selalu mengelak kata
Bila daku ingin meminta jawaban hatiku
Kau selalu menghindar dariku
Selalu berkelit dan tak menyapa cintaku…
Apa yang harus kuperbuat untuk menyapamu…
Meski kau ada di depanku…
Di kerling bola mataku… yang memandangmu
Yang selalu berusaha menarik perhatianmu….
Namun…itu semua sia-sia belaka…
Semua yang kuperbuat untukmu…
Selalu kau tak pedulikan…
Entah….apakah memang seharusnya demikian….?
Sudah berpuluh waktu ku sapa dirimu…
Namun…hatimu tetap membeku …tanpa meleleh sedikit pun padaku…
Tak pernah mencair …meski ku memohon padamu…
Hatimu telah membeku …sekeras batu yang dingin….
Apa yang harus kuperbuat untuk menarik pesonamu
Tak ada lagi yang dapat ku lakukan…
Aku hanya bisa pasrah dan menunggu jawabanmu….
Meski aku ragu …apakah itu yang terbaik …untuk ku…
Namun…aku kan tetap tabah untuk menerimanya….
Apa pun yang akan kau katakan padaku…., cintaku…
Aku memang bukan seperti yang kau inginkan…
Aku bukan pujaan hatimu…
Namun….aku berusaha menjadi yang terbaik untukmu…
Meski ku tahu dan menyadarinya….
Daku bukanlah yang terbaik….menurutmu…
Namun…aku telah mencobanya….berbuat yang terbaik…untukmu…
Apa pun hasilnya….itulah kemampuanku….
Itulah kebanggaanku….untukmu….
Yang hanya kupersembahkan…buatmu…seorang…., cintaku…
Puisi: Malam yang makin larut
Puisi: Malam yang makin larut
Oleh: Andin Adyaksantoro
19 September 2010
Malam semakin larut membujur
Melintang dalam keheningan yang melarut
Menerpa kesunyian malam yang menggigit
Dingin dan membekukan jiwa….
Kusapa jemari manisku yang tertegun melirik
Menatap sayu dalam pandangan yang semakin meredup
Kuayunkan selangkah demi selangkah ke tuts komputerku
Kulukiskan wajah indahmu dalam bait kata yang mendayu kasmaran….
Sebait dua bait kata telah tersusun indah dalam pangkuan sang layar kaca
Melukiskan kemurnian cinta kasih sepasang kekasih yang dilanda kerinduan
Pada sang waktu yang melenakan dan memahat kesendirian
Terkupas oleh sapuan kata yang indah merajuk…manja….
Malam semakin memakan sang waktu yang berlari perlahan
Menaiki tangga demi tangga jarum jam yang berdentang
Mematikan langkah yang terseret arus ketermenungan
Memacu semangat yang terus berpendar dalam jiwa dinamis….
Keriinduan ku padamu…semakin terasa
Saat dirimu tak ada di sini….di sampingku…
Saat malam seperti ini….saat kesunyian mengunjungi sang Pelangi…
Saat sapa dan tawamu …tak lagi kudengarkan…dalam santun…
Dalam senyum indahmu yangmenggurat asa…di jiwaku….
Keheningan terus mengusik langkah jemariku di tuts kmputerku
Mencoba menghentikan langkahku….
Namun…hati ini semakin merindukan dirimu…
Dan tak kan berhenti dalam menuliskan bait puisi …untukmu…
Yang kuharapkan…kau kan membacanya…dalam senyum indahmu
Yang selalu mempesona jiwaku…semangatku…dan indahnya dunia ini…
Udara semakin dingin kurasakan…
Dan semakin membekukan jemari ku yang berlari kencang
Melaju….mengikuti irama batinku yang bergejolak…
Mendendangkan senandung lagu kasmaran yang tiada henti…
Dalam peluk sang dewi malam yang tersenyum indah …padaku…
Membelai lembut relung hatiku ….yang terdalam….
Yang hanya kuperuntukkan buatmu…seorang….
Tiada yang lainnya….hanya dirimu…seorang…., kasihku….,cintaku…
Yang selalu menantiku…dalam kerinduan yang tergapaikan….
Oleh asa dan senyum indahmu yang cantik dan ayu….
Membuat daku makin jatuh cinta padamu…., kasihku…., cintaku…
Oleh: Andin Adyaksantoro
19 September 2010
Malam semakin larut membujur
Melintang dalam keheningan yang melarut
Menerpa kesunyian malam yang menggigit
Dingin dan membekukan jiwa….
Kusapa jemari manisku yang tertegun melirik
Menatap sayu dalam pandangan yang semakin meredup
Kuayunkan selangkah demi selangkah ke tuts komputerku
Kulukiskan wajah indahmu dalam bait kata yang mendayu kasmaran….
Sebait dua bait kata telah tersusun indah dalam pangkuan sang layar kaca
Melukiskan kemurnian cinta kasih sepasang kekasih yang dilanda kerinduan
Pada sang waktu yang melenakan dan memahat kesendirian
Terkupas oleh sapuan kata yang indah merajuk…manja….
Malam semakin memakan sang waktu yang berlari perlahan
Menaiki tangga demi tangga jarum jam yang berdentang
Mematikan langkah yang terseret arus ketermenungan
Memacu semangat yang terus berpendar dalam jiwa dinamis….
Keriinduan ku padamu…semakin terasa
Saat dirimu tak ada di sini….di sampingku…
Saat malam seperti ini….saat kesunyian mengunjungi sang Pelangi…
Saat sapa dan tawamu …tak lagi kudengarkan…dalam santun…
Dalam senyum indahmu yangmenggurat asa…di jiwaku….
Keheningan terus mengusik langkah jemariku di tuts kmputerku
Mencoba menghentikan langkahku….
Namun…hati ini semakin merindukan dirimu…
Dan tak kan berhenti dalam menuliskan bait puisi …untukmu…
Yang kuharapkan…kau kan membacanya…dalam senyum indahmu
Yang selalu mempesona jiwaku…semangatku…dan indahnya dunia ini…
Udara semakin dingin kurasakan…
Dan semakin membekukan jemari ku yang berlari kencang
Melaju….mengikuti irama batinku yang bergejolak…
Mendendangkan senandung lagu kasmaran yang tiada henti…
Dalam peluk sang dewi malam yang tersenyum indah …padaku…
Membelai lembut relung hatiku ….yang terdalam….
Yang hanya kuperuntukkan buatmu…seorang….
Tiada yang lainnya….hanya dirimu…seorang…., kasihku….,cintaku…
Yang selalu menantiku…dalam kerinduan yang tergapaikan….
Oleh asa dan senyum indahmu yang cantik dan ayu….
Membuat daku makin jatuh cinta padamu…., kasihku…., cintaku…
Puisi: Senyum sang Bidadari
Puisi: Senyum sang Bidadari
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
17 September 2010
Senyum sang bidadari telah mengembang dari bibirnya yang manis
menebar...mengusik sang alam yang terlena dalam keheningan pagi...
memancarkan sukma dalam sejuta impian pada sang rerumputan hijau
yang mengangguk liriih pada sang embun yang memeluknya....
Kicau burung Pipiet terdengar merdu mendayu
melantukan kidung kasmaran pada sang pasangannya...
yang mendengarkan dengan penuh takjub dan kagum...
betapa indah dan merdunya suara sang kekasih hatinya....
Alam berseru pada sang gunung dan bukit yang terjal
agar mendengarkan nyanyian sang bidadari yang sedang bersenandung riang
pada relung hati sang Pelangi yang bersiul merdu
mengembangkan aneka warna yang menyebar ke segala penjuru bumi....
mengetuk pintu hati pada sang burung bangau yang terbang melintas di persawahan yang menguning
menepati janjinya pada sang katak yang bersembunyi di balik genangan sang air yang menggodanya....
Lambaian sang lumut laut terus mengalir mengambang...
mengikuti alunan ombak yang bergelombang di samudara yang biru
mengikis pasir putih yang tersentuh rasa pada buih-buih airnya....
yang mendesah kehausan pada sang mentari pagi yang tersenyum melambai ...
Senandung seruling terus memaku dahan-dahan yang kering membasah...
menyirami hati sanubari yang sedang duduk melamunkan diri
mengajak untuk bergembira bersama....bernyanyi bersama...
sambil menawarkan hati yang gundah ....tuk kembali bersemangat lagi..
menapak kehidupan yang makin panjang dan berliku....
tuk selalu berdoa pada sang Maha Pencipta-Nya...
agar mensyukuri nikmat-Nya....
dan terap tawakal dalam berusaha dan berdoa pada-Nya....
dalam mengarungi lautan kebahagian hidup yang terindah ini.....
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
17 September 2010
Senyum sang bidadari telah mengembang dari bibirnya yang manis
menebar...mengusik sang alam yang terlena dalam keheningan pagi...
memancarkan sukma dalam sejuta impian pada sang rerumputan hijau
yang mengangguk liriih pada sang embun yang memeluknya....
Kicau burung Pipiet terdengar merdu mendayu
melantukan kidung kasmaran pada sang pasangannya...
yang mendengarkan dengan penuh takjub dan kagum...
betapa indah dan merdunya suara sang kekasih hatinya....
Alam berseru pada sang gunung dan bukit yang terjal
agar mendengarkan nyanyian sang bidadari yang sedang bersenandung riang
pada relung hati sang Pelangi yang bersiul merdu
mengembangkan aneka warna yang menyebar ke segala penjuru bumi....
mengetuk pintu hati pada sang burung bangau yang terbang melintas di persawahan yang menguning
menepati janjinya pada sang katak yang bersembunyi di balik genangan sang air yang menggodanya....
Lambaian sang lumut laut terus mengalir mengambang...
mengikuti alunan ombak yang bergelombang di samudara yang biru
mengikis pasir putih yang tersentuh rasa pada buih-buih airnya....
yang mendesah kehausan pada sang mentari pagi yang tersenyum melambai ...
Senandung seruling terus memaku dahan-dahan yang kering membasah...
menyirami hati sanubari yang sedang duduk melamunkan diri
mengajak untuk bergembira bersama....bernyanyi bersama...
sambil menawarkan hati yang gundah ....tuk kembali bersemangat lagi..
menapak kehidupan yang makin panjang dan berliku....
tuk selalu berdoa pada sang Maha Pencipta-Nya...
agar mensyukuri nikmat-Nya....
dan terap tawakal dalam berusaha dan berdoa pada-Nya....
dalam mengarungi lautan kebahagian hidup yang terindah ini.....
Puisi: Senyum sang waktu
Puisi: Senyum sang waktu
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
17 September 2010
ku tulis kan guratan guratan emas ini ke dalam layar kacaku...
yang ku persembahkan buatmu ...yang ada di sana...
jauh di seberang laut....
yang tak jauh dari pandangan mataku ...yang sayup memandang...
Ku tulis kan kata-kata puitis ini untuk mu...
yang kuharapkan...kau mau membacanya....
dan ....tersenyum geli...saat ku sebut namamu...
mengapa ....getar gatar jiwa ini ...masih membumbung tinggi di kalbuku....
alunan nada musik kerinduan di hati ini terus mempesonaku...
mengalirkan bait kata yang membuatku makin terserap rasa rindu padamu...
memandang potret wajahmu yang tersenyum manis ...padaku....
membuatku ...makin sayang padamu....
Keinginanku untuk bertemu denganmu...sudah sekian lama ku pendam di hati ini...
namun....hingga kini...waktu belum jua menampakkan senyumnya ...untuk ku...
dibiarkannya daku untuk merenung diri....dalam keterlenaan yang menggugah ....
dalam kesendirian yang menyapa lembut pada sang embun pagi yang mengkristal....
Adakah...di hatimu...rasa rindu padaku ...di sini...
adakah rasa sayangmu ...padaku....yang dulu pernah menggenggam jemarimu...
meski ...itu sudah lama berlalu...namun hangatnya....masih terasa hingga kini...
saat ku pandang potretmu yang mesra ..memandangku....
Mungkin...suatu saat ...kita kan dapat bertemu lagi...
dalam suasana hati yang indah dan lebih menyejukkan...
lebih menjain rasa kemesraan yang harmonis...
seiring dengan perjalanan sang waktu yang terus menggodaku....
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
17 September 2010
ku tulis kan guratan guratan emas ini ke dalam layar kacaku...
yang ku persembahkan buatmu ...yang ada di sana...
jauh di seberang laut....
yang tak jauh dari pandangan mataku ...yang sayup memandang...
Ku tulis kan kata-kata puitis ini untuk mu...
yang kuharapkan...kau mau membacanya....
dan ....tersenyum geli...saat ku sebut namamu...
mengapa ....getar gatar jiwa ini ...masih membumbung tinggi di kalbuku....
alunan nada musik kerinduan di hati ini terus mempesonaku...
mengalirkan bait kata yang membuatku makin terserap rasa rindu padamu...
memandang potret wajahmu yang tersenyum manis ...padaku....
membuatku ...makin sayang padamu....
Keinginanku untuk bertemu denganmu...sudah sekian lama ku pendam di hati ini...
namun....hingga kini...waktu belum jua menampakkan senyumnya ...untuk ku...
dibiarkannya daku untuk merenung diri....dalam keterlenaan yang menggugah ....
dalam kesendirian yang menyapa lembut pada sang embun pagi yang mengkristal....
Adakah...di hatimu...rasa rindu padaku ...di sini...
adakah rasa sayangmu ...padaku....yang dulu pernah menggenggam jemarimu...
meski ...itu sudah lama berlalu...namun hangatnya....masih terasa hingga kini...
saat ku pandang potretmu yang mesra ..memandangku....
Mungkin...suatu saat ...kita kan dapat bertemu lagi...
dalam suasana hati yang indah dan lebih menyejukkan...
lebih menjain rasa kemesraan yang harmonis...
seiring dengan perjalanan sang waktu yang terus menggodaku....
Puisi: Pagi yang indah
Puisi: Pagi yang indah
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
17 September 2010
Pagi ini ku berdendang riang untuk sang alam
yang indah dan berseri
menemani mentari pagi yang ceria
seceria hati indahku yang memeluk kerinduan di hati
Setelah sekian lama ku pendam rasa ini
kini lah saatnya untuk kutorehkan dalam layar kacaku
betapa aku merindukan dirimu
yang jauh di seberang lautan yang luas ini...
yang menantiku dalam kerinduan yang sama....
Ku coba mengayuh sepeda kumbangku kembali
mengenang saat-saat indah bersamamu
di sma dulu..., juga waktu kita masih smp...
indah...dan mengasyikkan bersepeda ria ...bersamamu...
Kini...sepeda itu telah jadi kenangan indah kita...
meski ku tahu...kau tak lagi bersama ku di sini..
namun...sepeda kumbang ini..masih tersenyum bila melihatku
seakan ikut tertawa geli ...saat ku jatuh saat memboncengkanmu....
Kini....peraaan rindu ini makin menguat dan memuncak...
mengapa...aku harus di sini sendirian....
tanpa dirimu yang selalu menyertai daku ..kemana pun daku pergi...
namun...kini...daku sendirian...karena ...waktu yang mengulasnya...
yang membuat hatiku makin merindukan dirimu....
Sepeda kumbang ini ...memang menjadi kenangan terindah ku
saat ku belai mesra ....saat ku bersihkan ...dia tersenyum...
seperti menyenangi hidup yang indah ini...bersamaku...
dalam nuansa yang menantikan dirimu ...tuk bersepeda gembira kembali
mengitari smp dan sma kita...yang kini makin megah dan gemerlap...
dengan bapak dan ibu guru yang makin lanjut usia dan makin indah senyumnya...
seindah pagi ini...pagi yang ceria dan menyejukkan hati...yang merindukanmu....
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
17 September 2010
Pagi ini ku berdendang riang untuk sang alam
yang indah dan berseri
menemani mentari pagi yang ceria
seceria hati indahku yang memeluk kerinduan di hati
Setelah sekian lama ku pendam rasa ini
kini lah saatnya untuk kutorehkan dalam layar kacaku
betapa aku merindukan dirimu
yang jauh di seberang lautan yang luas ini...
yang menantiku dalam kerinduan yang sama....
Ku coba mengayuh sepeda kumbangku kembali
mengenang saat-saat indah bersamamu
di sma dulu..., juga waktu kita masih smp...
indah...dan mengasyikkan bersepeda ria ...bersamamu...
Kini...sepeda itu telah jadi kenangan indah kita...
meski ku tahu...kau tak lagi bersama ku di sini..
namun...sepeda kumbang ini..masih tersenyum bila melihatku
seakan ikut tertawa geli ...saat ku jatuh saat memboncengkanmu....
Kini....peraaan rindu ini makin menguat dan memuncak...
mengapa...aku harus di sini sendirian....
tanpa dirimu yang selalu menyertai daku ..kemana pun daku pergi...
namun...kini...daku sendirian...karena ...waktu yang mengulasnya...
yang membuat hatiku makin merindukan dirimu....
Sepeda kumbang ini ...memang menjadi kenangan terindah ku
saat ku belai mesra ....saat ku bersihkan ...dia tersenyum...
seperti menyenangi hidup yang indah ini...bersamaku...
dalam nuansa yang menantikan dirimu ...tuk bersepeda gembira kembali
mengitari smp dan sma kita...yang kini makin megah dan gemerlap...
dengan bapak dan ibu guru yang makin lanjut usia dan makin indah senyumnya...
seindah pagi ini...pagi yang ceria dan menyejukkan hati...yang merindukanmu....
Rabu, 15 September 2010
Puisi: Cinta itu ada
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
16 September 2010
Cinta itu ada....selamanya....
cinta itu merajuk manja pada sang kekasih hati...
cinta itu saling menatap dengan sejuta pesonanya....
dan ....cinta itu ...akan berakhir dengan kebahagiaan yang abadi....
Cinta tak kan padam terkena air mata
cinta tak kan luruh karena hampanya udara
cinta tak kan lekang oleh sang waktu yang bergulir
cinta tetap ada ..dalam sanubari setiap insan yang selalu bersyukur pada-Nya
Karena cinta...., hati terasa damai dan bahagia...
karena cinta...., semangat jadi menyala dan berkobar...
karena cinta..., langkah terhenti..., kembali melaju...
dan karena...cinta..., dunia terasa indah sekali...
Cinta tak kan pernah menyakitkan...
cinta tak kan pernah melukai....
dengan cinta pula... hati yang terpisah ...jadi bersatu kembali...
dan ...rasa cinta ...akan menjadi kenangan yang terindah dalam hidup ....selamanya....
Ada yang bilang...cinta itu pahit...
ada yang berkata...cinta itu palsu...
dan ...ada yang bersyair....cinta itu melukai...
namun....cinta menurut daku....adalah indah dan membahagiakan....
karena dengan cinta itu..daku mendapatkan semua yang kuinginkan....
rasa bahagia...., rasa damai..., dan rasa terperhatikan...
Cinta bukanlah rasa permusuhan...
cinta juga bukan makanan yang dapat dikunyah...
namun...cinta adalah rasa rindu pada sang kekasih...
rindu pada alam ....
dan rindu pada hati yang terpaut rasa...ingin berprestasi....dan membahagiakan...
rasa ingin dihargai ....dan diperhatikan....oleh yang dicintainya....
saling membagi kaxih dan sayang....saling memberi dan melengkapi....
Cinta ada sejak manusia mempunyai rasa keindahan...
dan itulah cinta yang sejati....
cinta yang tak kan lari dari hati yang mendamba
dan tak kan jauh dari rengkuhan hati yang terpesona...
pada sang Pencipta-Nya...., yang Maha Agung dan Maha Esa....
Tuhan Semesta Alam
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
16 September 2010
Cinta itu ada....selamanya....
cinta itu merajuk manja pada sang kekasih hati...
cinta itu saling menatap dengan sejuta pesonanya....
dan ....cinta itu ...akan berakhir dengan kebahagiaan yang abadi....
Cinta tak kan padam terkena air mata
cinta tak kan luruh karena hampanya udara
cinta tak kan lekang oleh sang waktu yang bergulir
cinta tetap ada ..dalam sanubari setiap insan yang selalu bersyukur pada-Nya
Karena cinta...., hati terasa damai dan bahagia...
karena cinta...., semangat jadi menyala dan berkobar...
karena cinta..., langkah terhenti..., kembali melaju...
dan karena...cinta..., dunia terasa indah sekali...
Cinta tak kan pernah menyakitkan...
cinta tak kan pernah melukai....
dengan cinta pula... hati yang terpisah ...jadi bersatu kembali...
dan ...rasa cinta ...akan menjadi kenangan yang terindah dalam hidup ....selamanya....
Ada yang bilang...cinta itu pahit...
ada yang berkata...cinta itu palsu...
dan ...ada yang bersyair....cinta itu melukai...
namun....cinta menurut daku....adalah indah dan membahagiakan....
karena dengan cinta itu..daku mendapatkan semua yang kuinginkan....
rasa bahagia...., rasa damai..., dan rasa terperhatikan...
Cinta bukanlah rasa permusuhan...
cinta juga bukan makanan yang dapat dikunyah...
namun...cinta adalah rasa rindu pada sang kekasih...
rindu pada alam ....
dan rindu pada hati yang terpaut rasa...ingin berprestasi....dan membahagiakan...
rasa ingin dihargai ....dan diperhatikan....oleh yang dicintainya....
saling membagi kaxih dan sayang....saling memberi dan melengkapi....
Cinta ada sejak manusia mempunyai rasa keindahan...
dan itulah cinta yang sejati....
cinta yang tak kan lari dari hati yang mendamba
dan tak kan jauh dari rengkuhan hati yang terpesona...
pada sang Pencipta-Nya...., yang Maha Agung dan Maha Esa....
Tuhan Semesta Alam
Puisi: Kugenggam erat jemarimu
Puisi: Kugenggam erat jemarimu
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
15 September 2010
Kucoba kembali membuka lembaran buku kenangan mu
buku yang berisi mengenai kegiatan kita bersama
kegiatan tentang rasa cinta...., rasa kerinduan pada sang alam
pada sang merpati....dan juga pada diri kita masing-masing....
Buku yang telah lama kusimpan di hati ini...
ku buka kembali....saat ku bertemu kembali dengan dirimu ...kemarin
saat kau memandang diriku dari kejauhan ...dan aku bergetar ..karenanya....
kini...kau telah menjadi wanita yang cantik dan anggun...seanggun bunga melati di hatiku
Kemanakah engkau selama ini ...meninggalkanku
tanpa tegur sapa lagi....
tanpa tegur pesan lagi...
yang membuatku semakin merindukan dirimu...
namun...aku tak tahu...dimanakah dirimu ...dulu...
Kini...engkau ada di depanku...menatapku dengan lembut
seulas senyum kau sunggingkan di antara bibirmu yang merekah
di antara rasa bahagia dan sejuta kenangan yang terpendam
yang kembali membangkitkan aroma cintaku padamu...wahai gadisku yang cantik...
Tak selamanya waktu terus menggodaku...
tak selamanya mendung kan menutup semua langit di atas sana...
masih ada langit yang indah dan ceria....seceria senyum indahmu ...padaku
dan ...rintik hujan pun tak kan datang menyentuh rerumputan segar yang menantimu....
Kini...hatiku kembali berdendang riang
kembali menyala-nyala dan berkobar....
tuk kembali menggapai rasa rinduku yang pernah hilang dari sisi jendela hatiku
setelah ku jabat erat jemarimu yang lentik dan halus ...serta lembut...
selembut hati indahmu yang menggenggam erat jemariku yang kokoh....
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
15 September 2010
Kucoba kembali membuka lembaran buku kenangan mu
buku yang berisi mengenai kegiatan kita bersama
kegiatan tentang rasa cinta...., rasa kerinduan pada sang alam
pada sang merpati....dan juga pada diri kita masing-masing....
Buku yang telah lama kusimpan di hati ini...
ku buka kembali....saat ku bertemu kembali dengan dirimu ...kemarin
saat kau memandang diriku dari kejauhan ...dan aku bergetar ..karenanya....
kini...kau telah menjadi wanita yang cantik dan anggun...seanggun bunga melati di hatiku
Kemanakah engkau selama ini ...meninggalkanku
tanpa tegur sapa lagi....
tanpa tegur pesan lagi...
yang membuatku semakin merindukan dirimu...
namun...aku tak tahu...dimanakah dirimu ...dulu...
Kini...engkau ada di depanku...menatapku dengan lembut
seulas senyum kau sunggingkan di antara bibirmu yang merekah
di antara rasa bahagia dan sejuta kenangan yang terpendam
yang kembali membangkitkan aroma cintaku padamu...wahai gadisku yang cantik...
Tak selamanya waktu terus menggodaku...
tak selamanya mendung kan menutup semua langit di atas sana...
masih ada langit yang indah dan ceria....seceria senyum indahmu ...padaku
dan ...rintik hujan pun tak kan datang menyentuh rerumputan segar yang menantimu....
Kini...hatiku kembali berdendang riang
kembali menyala-nyala dan berkobar....
tuk kembali menggapai rasa rinduku yang pernah hilang dari sisi jendela hatiku
setelah ku jabat erat jemarimu yang lentik dan halus ...serta lembut...
selembut hati indahmu yang menggenggam erat jemariku yang kokoh....
Puisi: Tak bergeming
Puisi: tak bergeming
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
15 September 2010
Keremangan malam masih menyelimuti hatiku yang redup
menatap hampa pada sang langit yang duduk menunggu
mengitari alam sekitar dalam keheningan yang membisu
tanpa sapa .....tanpa senyum menebar awan...
Kerinduan ini masih menutup sendi relung jiwaku
menggapai sang Pelangi yang berdiri termangu
menatap nanar pada alam yang duduk tersendirikan
melamunkan hati yang gundah yang menekur lirih...
Kenapa semua terdiam sepi....?
kenapa semua hanya memandang hampa pada diriku...?
apakah yang harus ku lakukan untuk mu..?
sang bidadari ayu yang telah menusuk panah asmaraku....
yang kini....tinggal kepasrahan yang kuhadirkan ...padamu....
Seyogyanya ...aku hadir di sini...
dalam undangan ulang tahunmu...
namun...itu tak kulakukan ...padamu...
daku telah terluka ...terkena panah asmaramu...
Sejuta rasa pesona mu telah menutup semua sendi jiwaku
seakan tak bergerak ....tak bergeming dari pantulan jiwamu
jiwa yag jatuh cinta pada pandangan pertama
yang tak kan mungkin ku lupakan...meski kau tak hadir di sisiku
Sejuta gelora asmara telah menggerogi lubang nafasku
telah menutup semua jantung hatiku yang hanya kuperuntukan buatmu
namun...kau tak jua mau mengakuinya....
atau ....kau pura-pura tak merasakan lembutnya sentuhan cintaku ...padamu...
Rembulan di atas menara gading ini telah tersenyum indah padaku
memberitahuku ...bahwa aku harus kembali bangkit berdiri
memungut kembali harapan cintaku yang pernah pudar dari diriku
untuk kupersembahkan kembali ke padamu...wahai gadisku yang kusayang...
meski ku tak tahu...apakah dirimu pun mau menerima seuntai daun cintaku ini....
namun...ku percaya.... tak ada usaha yang tak kan ada hasilnya....
jikalau aku memang ditakdirkan ....untukmu...seorang....
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
15 September 2010
Keremangan malam masih menyelimuti hatiku yang redup
menatap hampa pada sang langit yang duduk menunggu
mengitari alam sekitar dalam keheningan yang membisu
tanpa sapa .....tanpa senyum menebar awan...
Kerinduan ini masih menutup sendi relung jiwaku
menggapai sang Pelangi yang berdiri termangu
menatap nanar pada alam yang duduk tersendirikan
melamunkan hati yang gundah yang menekur lirih...
Kenapa semua terdiam sepi....?
kenapa semua hanya memandang hampa pada diriku...?
apakah yang harus ku lakukan untuk mu..?
sang bidadari ayu yang telah menusuk panah asmaraku....
yang kini....tinggal kepasrahan yang kuhadirkan ...padamu....
Seyogyanya ...aku hadir di sini...
dalam undangan ulang tahunmu...
namun...itu tak kulakukan ...padamu...
daku telah terluka ...terkena panah asmaramu...
Sejuta rasa pesona mu telah menutup semua sendi jiwaku
seakan tak bergerak ....tak bergeming dari pantulan jiwamu
jiwa yag jatuh cinta pada pandangan pertama
yang tak kan mungkin ku lupakan...meski kau tak hadir di sisiku
Sejuta gelora asmara telah menggerogi lubang nafasku
telah menutup semua jantung hatiku yang hanya kuperuntukan buatmu
namun...kau tak jua mau mengakuinya....
atau ....kau pura-pura tak merasakan lembutnya sentuhan cintaku ...padamu...
Rembulan di atas menara gading ini telah tersenyum indah padaku
memberitahuku ...bahwa aku harus kembali bangkit berdiri
memungut kembali harapan cintaku yang pernah pudar dari diriku
untuk kupersembahkan kembali ke padamu...wahai gadisku yang kusayang...
meski ku tak tahu...apakah dirimu pun mau menerima seuntai daun cintaku ini....
namun...ku percaya.... tak ada usaha yang tak kan ada hasilnya....
jikalau aku memang ditakdirkan ....untukmu...seorang....
Senin, 13 September 2010
Puisi: Alam nampak makin indah
Puisi: Alam nampak makin indah
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
14 September 2010
Seisi alam mencoba merengkuh jiwa ku yang tersampirkan
Mencoba untuk mengajakku kembali bernyanyi bersama
Menarikan tarian kasmaran yang pernah hilang dari sanubariku
Melambai dan melenggok …bak penari yang lembut dan gemulai….
Awan yang putih berarak berlomba untuk ikut menari bersama
Mengajak sang merpati dan burung camar untuk turun melantai
Mendendangkan simponi yang indah dalam kegembiraan yang nyata
Saat kau ungkapkan isi hatimu….bahwa …kau cinta padaku….
Dunia serasa melonjak kegirangan dan semakin indah terasa
Saat kau genggam erat jemari ku dalam nada yang bergetar
Dalam nuansa yang sahdu …diiringi oleh heningnya sang alam yang terpana
Menatap lembut wajahmu yang ayu dan manis …di senja yang temaram….
Kuraih kembali jemariku …dan kugenggam erat jemarimu…erat-erat
Seakan tak ingin melepaskanmu…selamanya…
Karena dirimulah …panutan jiwaku
Curahan hatiku yang tersanjung karena gelora senyum indahmu yang tersungging mesra
Semesra alam yang memeluk mesra pada sang udara yang berdesir lirih di pangkuanku….
Kubersyukur…mendapatkan cintamu yang utuh …untuk diriku
Untuk rasa banggaku…..
Untuk rasa sayangku padamu…
Yang tak kan kuperoleh dalam segenggam harapanku yang nyaris sia-sia
Saat ku menunggu jawaban cintaku padamu….kemarin senja…
Kini…lega sudah relung jiwaku untuk merasakan kebahagiaan ini…
Tak ada lagi rasa bahagia…sebahagia ini…saat ku peluk dirimu erat-erat
Saat ku belai rambutmu dengan lembut
Dan saat kau memandang binar bola mataku yang memandangmu dengan mesra…
Langkah kehidupanku makin terasa ringan
Langkah ke depan ku makin terasa singkat
Karena ….engkau telah memberiku semangat yang berjuta rasa
Tuk menggapai asa yang tertanam di jiwaku yang menggelora
Untuk selalu ingin membahagiakan dirimu….selamanya….
Hingga akhir menutup mata…., kasihku….sayangku….
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
14 September 2010
Seisi alam mencoba merengkuh jiwa ku yang tersampirkan
Mencoba untuk mengajakku kembali bernyanyi bersama
Menarikan tarian kasmaran yang pernah hilang dari sanubariku
Melambai dan melenggok …bak penari yang lembut dan gemulai….
Awan yang putih berarak berlomba untuk ikut menari bersama
Mengajak sang merpati dan burung camar untuk turun melantai
Mendendangkan simponi yang indah dalam kegembiraan yang nyata
Saat kau ungkapkan isi hatimu….bahwa …kau cinta padaku….
Dunia serasa melonjak kegirangan dan semakin indah terasa
Saat kau genggam erat jemari ku dalam nada yang bergetar
Dalam nuansa yang sahdu …diiringi oleh heningnya sang alam yang terpana
Menatap lembut wajahmu yang ayu dan manis …di senja yang temaram….
Kuraih kembali jemariku …dan kugenggam erat jemarimu…erat-erat
Seakan tak ingin melepaskanmu…selamanya…
Karena dirimulah …panutan jiwaku
Curahan hatiku yang tersanjung karena gelora senyum indahmu yang tersungging mesra
Semesra alam yang memeluk mesra pada sang udara yang berdesir lirih di pangkuanku….
Kubersyukur…mendapatkan cintamu yang utuh …untuk diriku
Untuk rasa banggaku…..
Untuk rasa sayangku padamu…
Yang tak kan kuperoleh dalam segenggam harapanku yang nyaris sia-sia
Saat ku menunggu jawaban cintaku padamu….kemarin senja…
Kini…lega sudah relung jiwaku untuk merasakan kebahagiaan ini…
Tak ada lagi rasa bahagia…sebahagia ini…saat ku peluk dirimu erat-erat
Saat ku belai rambutmu dengan lembut
Dan saat kau memandang binar bola mataku yang memandangmu dengan mesra…
Langkah kehidupanku makin terasa ringan
Langkah ke depan ku makin terasa singkat
Karena ….engkau telah memberiku semangat yang berjuta rasa
Tuk menggapai asa yang tertanam di jiwaku yang menggelora
Untuk selalu ingin membahagiakan dirimu….selamanya….
Hingga akhir menutup mata…., kasihku….sayangku….
Puisi : Bunga ini hanya untukmu
Puisi: Bunga ini hanya untukmu
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
14 September 2010
Mawar merah ini kembali segar berseri
Melambai dan memanggil namaku dengan mesranya
Seakan tak ingin melepasku pergi jauh dari dirimu
Yang dulu pernah menjauhi …daku….
Kini…mawar merah ini kembali bergairah
Menyapaku..dan menyebut namaku dengan lembut
Seperti Yang pernah kau sentuhkan pada jemari hatiku
Yang pernah terluka karena mu…..
Kini…mentari pagi kembali bersinar cerah di hatiku
Secerah senyum indahmu yang kau ulaskan untuk ku…
Seperti saat pertama kali ku berjumpa denganmu…
Saat ku sapa dirimu dengan gelora asmaraku…yang merindukanmu….
Apakah sapamu ini…merupakan cerminan dari isi jiwamu…?
Ataukah hanya sekedar untuk mengobati rasa rinduku semata…?
Ku tak tahu……
Yang ku tahu…kau telah menyapaku dengan ramah dan anggun….
Ku tersanjung karenanya…..
Kini…hatiku kembali berbunga-bunga
Harapanku terhadapmu….makin menjadi terang dan nyata…
Meski ku tak tahu…bagaimana isi hatimu yang sebenarnya…
Namun…sapamu telah merubah nuansa jiwaku yang kembali bergelora
Setelah luruh tanpa daya….saat kau tinggalkan daku dalam kesendirian….sepi…
Kini…alam terasa memihakku untuk menghibur luka di hatiku
Yang pernah ada saat kau tinggalkan daku
Saat kau tak menyapa diriku
Saat kesepian menerpa diriku yang memang tak mampu tuk bertahan sendiri….
Lembayung senja nampak makin indah di kelopak mataku
Yang berbinar dan bersinar ceria
Saat menatap wajah indahmu yang anggun mempesona
Secerdas rasa indahmu ….yang menggelorakan semangatku kembali
Untuk merengkuh cintamu yang pernah kau biaskan di relung hatiku….
Yang menantimu ….dalam hati yang bergetar rasa rindu kasmaran…kepadamu….
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
14 September 2010
Mawar merah ini kembali segar berseri
Melambai dan memanggil namaku dengan mesranya
Seakan tak ingin melepasku pergi jauh dari dirimu
Yang dulu pernah menjauhi …daku….
Kini…mawar merah ini kembali bergairah
Menyapaku..dan menyebut namaku dengan lembut
Seperti Yang pernah kau sentuhkan pada jemari hatiku
Yang pernah terluka karena mu…..
Kini…mentari pagi kembali bersinar cerah di hatiku
Secerah senyum indahmu yang kau ulaskan untuk ku…
Seperti saat pertama kali ku berjumpa denganmu…
Saat ku sapa dirimu dengan gelora asmaraku…yang merindukanmu….
Apakah sapamu ini…merupakan cerminan dari isi jiwamu…?
Ataukah hanya sekedar untuk mengobati rasa rinduku semata…?
Ku tak tahu……
Yang ku tahu…kau telah menyapaku dengan ramah dan anggun….
Ku tersanjung karenanya…..
Kini…hatiku kembali berbunga-bunga
Harapanku terhadapmu….makin menjadi terang dan nyata…
Meski ku tak tahu…bagaimana isi hatimu yang sebenarnya…
Namun…sapamu telah merubah nuansa jiwaku yang kembali bergelora
Setelah luruh tanpa daya….saat kau tinggalkan daku dalam kesendirian….sepi…
Kini…alam terasa memihakku untuk menghibur luka di hatiku
Yang pernah ada saat kau tinggalkan daku
Saat kau tak menyapa diriku
Saat kesepian menerpa diriku yang memang tak mampu tuk bertahan sendiri….
Lembayung senja nampak makin indah di kelopak mataku
Yang berbinar dan bersinar ceria
Saat menatap wajah indahmu yang anggun mempesona
Secerdas rasa indahmu ….yang menggelorakan semangatku kembali
Untuk merengkuh cintamu yang pernah kau biaskan di relung hatiku….
Yang menantimu ….dalam hati yang bergetar rasa rindu kasmaran…kepadamu….
Puisi: Tak kan tergapaikan
Puisi: Tak kan tergapaikan
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
http://adyaksantoro.blogspot.com/
14 September 2010
Apakah dirimu belum juga mengerti tentang isi hatiku
Yang telah kuungkapkan kepadamu dengan sejujurnya…
Tanpa perlu ku ulangi lagi di depanmu…
Yang penuh dengan gelora asmara ….untuk mu….
Meski engkau diam membisu
Tanpa pernah menyapa diriku lagi…
Namun….itu adalah hakmu untuk mendiamkan diri
Agar daku tak lagi bergelora …kepadamu….
Engkau telah memadamkan api asmara ku
Yang kuperuntukkan buatmu …seorang…
Yang tak kan mungkin ku berikan pada yang lainnya…
Yang juga menginginkan cinta dari ku….cinta sejatiku….
Tak perlu lagi kau menghindar dariku
Dari sapa dan mimpiku…
Cukup sekali kau hindari daku…
Daku sudah mengerti akan isi hatimu yang sesungguhnya..
Lupakanlah daku….
Jauhilah daku seutuhnya…
Agar daku tak lagi dapat melihat sapa indahmu …padaku…
Seperti yang kemarin lalu kau perlihatkan ….kepadaku….
Kini…bunga mawar Indah ini kan layu lagi…
Tak lagi bergairah memandang sang anggrek di dahan indah ini
Yang kemarin kusandarkan pada tempat yang sama….di hatiku
Namun…kini…tak lagi tersirami oleh senyum indahmu ….padaku…
Biarlah ….angin ini terus menghembuskan nafasnya…
Dan tak kan pernah lagi menyapaku…dengan kemesraannya….
Seperti yang dulu pernah kau sentuhkan di relung hatiku…
Kini…tinggallah rasa kangen yang tak kan tergapaikan….selamanya….
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
http://adyaksantoro.blogspot.com/
14 September 2010
Apakah dirimu belum juga mengerti tentang isi hatiku
Yang telah kuungkapkan kepadamu dengan sejujurnya…
Tanpa perlu ku ulangi lagi di depanmu…
Yang penuh dengan gelora asmara ….untuk mu….
Meski engkau diam membisu
Tanpa pernah menyapa diriku lagi…
Namun….itu adalah hakmu untuk mendiamkan diri
Agar daku tak lagi bergelora …kepadamu….
Engkau telah memadamkan api asmara ku
Yang kuperuntukkan buatmu …seorang…
Yang tak kan mungkin ku berikan pada yang lainnya…
Yang juga menginginkan cinta dari ku….cinta sejatiku….
Tak perlu lagi kau menghindar dariku
Dari sapa dan mimpiku…
Cukup sekali kau hindari daku…
Daku sudah mengerti akan isi hatimu yang sesungguhnya..
Lupakanlah daku….
Jauhilah daku seutuhnya…
Agar daku tak lagi dapat melihat sapa indahmu …padaku…
Seperti yang kemarin lalu kau perlihatkan ….kepadaku….
Kini…bunga mawar Indah ini kan layu lagi…
Tak lagi bergairah memandang sang anggrek di dahan indah ini
Yang kemarin kusandarkan pada tempat yang sama….di hatiku
Namun…kini…tak lagi tersirami oleh senyum indahmu ….padaku…
Biarlah ….angin ini terus menghembuskan nafasnya…
Dan tak kan pernah lagi menyapaku…dengan kemesraannya….
Seperti yang dulu pernah kau sentuhkan di relung hatiku…
Kini…tinggallah rasa kangen yang tak kan tergapaikan….selamanya….
Sabtu, 11 September 2010
Puisi: Saling Memandang
Puisi: Saling memandang
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
http://adyaksantoro.blogspot.com/
06 September 2010
Tiupan angin yang menggesek guratan keningku
telah menemaniku dalam keheningan malam
dalam menarikan jemari ku di hamparan huruf komputer
untuk menyulam dan merajut rangkaian kata indah dalam simponi yang merdu
Melompat dan berlari...kadang terdiam kelu
saat tak ada lagi inspirasi yang mengajak ku tuk berdansa
menarikan tarian jemari yang serba cepat dan melaju
membentur dan menembus batas bayang sang malam purnama yang tergerai indah...
Suntingan senandung angin malam terus merayuku untuk bercanda bersama
berbincang bersama....menikmati malam yang dipandu sang rembulan malam...
dalam keterpanaan yang saling memandang berbinar
mengajak ku tuk melantukan sebait puisi indah untuk sang malam yang menantiku
Kisi-kisi sang rembulan telah memainkan gerai mahkotanya
beranjak perlahan ....menggeser sang waktu yang menariknya 'tuk melangkah lagi
melanjutkan perjalanan malam yang dihiasi senandung serangga yang berbisik lirih...
membisikkan kata-kata indah pada sang kekasih yang dirindukannya ....di malam yang hening....
Indah benar malam ini...
saat sang hujan rintik tak kunjung datang...
saat sang purnama bersinar terang
menerangi alam sekitar yang sedang terlelap dalam mimpinya....
mimpi indah yang menyanjung hati yang kasmaran......
Sungguh merdu nyanyian malam yang mendayu merayu
melantunkan lagu indah dalam nada yang merajuk
manja dan anggun ....
menerpa sang ranting dedaunan yang saling memeluk hangat dengan mesranya....
'tuk saling memandang dengan rasa yang saling memiliki ...untuk selamanya....
seindah bulan purnama yang tersenyum menawan....
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
http://adyaksantoro.blogspot.com/
06 September 2010
Tiupan angin yang menggesek guratan keningku
telah menemaniku dalam keheningan malam
dalam menarikan jemari ku di hamparan huruf komputer
untuk menyulam dan merajut rangkaian kata indah dalam simponi yang merdu
Melompat dan berlari...kadang terdiam kelu
saat tak ada lagi inspirasi yang mengajak ku tuk berdansa
menarikan tarian jemari yang serba cepat dan melaju
membentur dan menembus batas bayang sang malam purnama yang tergerai indah...
Suntingan senandung angin malam terus merayuku untuk bercanda bersama
berbincang bersama....menikmati malam yang dipandu sang rembulan malam...
dalam keterpanaan yang saling memandang berbinar
mengajak ku tuk melantukan sebait puisi indah untuk sang malam yang menantiku
Kisi-kisi sang rembulan telah memainkan gerai mahkotanya
beranjak perlahan ....menggeser sang waktu yang menariknya 'tuk melangkah lagi
melanjutkan perjalanan malam yang dihiasi senandung serangga yang berbisik lirih...
membisikkan kata-kata indah pada sang kekasih yang dirindukannya ....di malam yang hening....
Indah benar malam ini...
saat sang hujan rintik tak kunjung datang...
saat sang purnama bersinar terang
menerangi alam sekitar yang sedang terlelap dalam mimpinya....
mimpi indah yang menyanjung hati yang kasmaran......
Sungguh merdu nyanyian malam yang mendayu merayu
melantunkan lagu indah dalam nada yang merajuk
manja dan anggun ....
menerpa sang ranting dedaunan yang saling memeluk hangat dengan mesranya....
'tuk saling memandang dengan rasa yang saling memiliki ...untuk selamanya....
seindah bulan purnama yang tersenyum menawan....
Puisi: Tersenyum kembali
Puisi: Tersenyum kembali
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
http://adyaksantoro.blogspot.com/
05 September 2010
gunung es ini kembali mencair ...mengalir deras
menuruni bukit yang terjal dan curam
membelah bongkahan es yang membeku
melewati sejuta rintihan pecahan es yang mencair
Tak lagi ku dapat memendam kegundahan batu karang ini
kegundahan yang dapat membekukan isi hatiku
yang makin lama ....semakin mendinginkan hati
hati yang selalu bersemangat dalam menapak harapan...
kulalui jalan setapak yang tak pernah kulewati
kucari cara agar kudapat melepaskan kepenatan ini
yang telah mengurung jiwaku sekian lama
dalam kehampaan pikiran yang menggerogoti relung jiwaku
Ku tak dapat melenakan diriku seperti ini
terlena dalam kekosongan alam yang bernyanyi
terlelap dalam tidur yang nyenyak ...tanpa mimpi...
ku harus kembali bangun dan menari kan jiwaku yang membeku
Kugapai serumpun rumput ilalang yang tegak berdiri
tertiup sang bayu yang berhembus lirih
agar ku dapat menyandarkan jemari hatiku untuk sesaat
agar ku tak terjatuh lagi dalam mimpi indahku yang melenakanku....
dengan harapan...ku dapat bangkit kembali dari tidur lelapku....
yang terpeluk erat dalam rangkulan sang waktu yang menggapaiku....
Sesaat ku sadari diri ini
daku telah berjalan cukup jauh untuk melewati gurun tandus ini
yang kemarin nampak segar dan menyilaukan hati ku
kini...tak lagi terlihat senyum sang mentari pagi yang menyambutku...
karena...daku terlepap dalam tidur ku yang panjang...
dalam pesona jiwa yang terbiaskan rasa indah....
Mimpi tetaplah mimpi yang indah...yang mempesona dan anggun....
semuanya kini...harus diwujudkan dalam tarian tuts komputerku
untuk meraih masa depan yang lebih ceria
seceria mimpi indahku yang bergelut dengan cucuran keringat simpatiku...
yang tersenyum mesra ....bersama sang Pelangi yang berpendar....
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
http://adyaksantoro.blogspot.com/
05 September 2010
gunung es ini kembali mencair ...mengalir deras
menuruni bukit yang terjal dan curam
membelah bongkahan es yang membeku
melewati sejuta rintihan pecahan es yang mencair
Tak lagi ku dapat memendam kegundahan batu karang ini
kegundahan yang dapat membekukan isi hatiku
yang makin lama ....semakin mendinginkan hati
hati yang selalu bersemangat dalam menapak harapan...
kulalui jalan setapak yang tak pernah kulewati
kucari cara agar kudapat melepaskan kepenatan ini
yang telah mengurung jiwaku sekian lama
dalam kehampaan pikiran yang menggerogoti relung jiwaku
Ku tak dapat melenakan diriku seperti ini
terlena dalam kekosongan alam yang bernyanyi
terlelap dalam tidur yang nyenyak ...tanpa mimpi...
ku harus kembali bangun dan menari kan jiwaku yang membeku
Kugapai serumpun rumput ilalang yang tegak berdiri
tertiup sang bayu yang berhembus lirih
agar ku dapat menyandarkan jemari hatiku untuk sesaat
agar ku tak terjatuh lagi dalam mimpi indahku yang melenakanku....
dengan harapan...ku dapat bangkit kembali dari tidur lelapku....
yang terpeluk erat dalam rangkulan sang waktu yang menggapaiku....
Sesaat ku sadari diri ini
daku telah berjalan cukup jauh untuk melewati gurun tandus ini
yang kemarin nampak segar dan menyilaukan hati ku
kini...tak lagi terlihat senyum sang mentari pagi yang menyambutku...
karena...daku terlepap dalam tidur ku yang panjang...
dalam pesona jiwa yang terbiaskan rasa indah....
Mimpi tetaplah mimpi yang indah...yang mempesona dan anggun....
semuanya kini...harus diwujudkan dalam tarian tuts komputerku
untuk meraih masa depan yang lebih ceria
seceria mimpi indahku yang bergelut dengan cucuran keringat simpatiku...
yang tersenyum mesra ....bersama sang Pelangi yang berpendar....
Rabu, 01 September 2010
Puisi: Tak ingin jauh darimu
Puisi: Tak ingin jauh darimu
Oleh: Andin Adyaksantoro
02 September 2010
Masih kah dirimu mengingatnya....
tak kala ku suntingkan sekuntum melati di daun telingamu yang cantik
dan kau tersenyum ...menerimanya....
aku pun jadi ...tersenyum pula....bangga...
Senang melihatmu tersenyum ceria...
senang melihatmu ...tambah cantik...
anggun dan mempesona ....
membuat sang alam pun ikut tersenyum berbinar....
Bunyi dedaunan yang berbisik lirih pada sang ranting
telah membuatmu semakin terhanyut dalam senandung kerinduan
gita cinta telah melekat dalam-dalam di nuranimu...
membuatmu ...terlena akan nyanyian alam yang merdu merayu....
Indah benar hidup ini...
mensyukuri nikmat-Nya...membuat alam pun semakin indah
bunga-bunga bermekaran dan burung-burung berkicau dengan riangnya...
memanjatkan Doa syukur pada sang Pencipta-Nya
yang telah memberi kenikmatan hidup yang amat mengagumkan....
Senyum simpulmu membuatku semakin menyayangi dirimu...
membuat hatiku makin bergemuruh....ingin memelukmu
ingin mengungkap semua isi hati ku yang terdalam...
namun....aku tak berani ....untuk itu....
Biarlah...semua ini berjalan sebagaimana mestinya...
ku harap...pada akhirnya ...kau kan mengerti tentang isi hatiku
isi hati yang penuh berisi tentang keindahanmu...
tentang keanggunan mu...
juga tentang kecerdasanmu....
yang membuat diriku tak ingin jauh dari sisimu....
Oleh: Andin Adyaksantoro
02 September 2010
Masih kah dirimu mengingatnya....
tak kala ku suntingkan sekuntum melati di daun telingamu yang cantik
dan kau tersenyum ...menerimanya....
aku pun jadi ...tersenyum pula....bangga...
Senang melihatmu tersenyum ceria...
senang melihatmu ...tambah cantik...
anggun dan mempesona ....
membuat sang alam pun ikut tersenyum berbinar....
Bunyi dedaunan yang berbisik lirih pada sang ranting
telah membuatmu semakin terhanyut dalam senandung kerinduan
gita cinta telah melekat dalam-dalam di nuranimu...
membuatmu ...terlena akan nyanyian alam yang merdu merayu....
Indah benar hidup ini...
mensyukuri nikmat-Nya...membuat alam pun semakin indah
bunga-bunga bermekaran dan burung-burung berkicau dengan riangnya...
memanjatkan Doa syukur pada sang Pencipta-Nya
yang telah memberi kenikmatan hidup yang amat mengagumkan....
Senyum simpulmu membuatku semakin menyayangi dirimu...
membuat hatiku makin bergemuruh....ingin memelukmu
ingin mengungkap semua isi hati ku yang terdalam...
namun....aku tak berani ....untuk itu....
Biarlah...semua ini berjalan sebagaimana mestinya...
ku harap...pada akhirnya ...kau kan mengerti tentang isi hatiku
isi hati yang penuh berisi tentang keindahanmu...
tentang keanggunan mu...
juga tentang kecerdasanmu....
yang membuat diriku tak ingin jauh dari sisimu....
Puisi: Pagi yang Cerah
Puisi: Pagi yang cerah
Oleh: Andin Adyaksantoro
02 September 2010
pagi yang cerah telah menampak kan diri kembali
mengintip perlahan dari singgasananya....
malu-malu....namun...tetap melangkah perlahan
memeluk dedauan hijau yang tersenyum geli....
Sinar cahaya mentari pagi telah memberi ku semangat baru lagi
tuk menyingsingkan lengan dan membasuh akal
untuk menggapai angan dan khayal yang terlanjur terpana
menatap pada pandangan tajam ku yang tersenyum bersahabat....
Kusalami pagi ini dengan semangat melangkah dan berlari
demi terwujudnya api harapan yang menggebu di dada
agar tak kan padam selamanya...
dengan terus memacu harapan dan semangat yang menyala-nyala...
Ku langkahkan kakiku menapak perjalanan hidup ku....yang indah
kulewati satu persatu kesulitan hidup yang ada
ku lewati satu persatu tangga tantangan yang ada...
dan semuanya kulalui dengan rasa syukur pada-Nya....
bahwa diriku masih di beri kesempatan untuk berkarya....
pagi ini ...semangat baruku ku pacu untuk lebih tajam lagi...
ku pacu diriku dalam tantangan dan peluang yang menghadang...
kuraih harapan yang ada...
dan kuraih pula...angan dan impianku yang membias...
demi terwujudnya ...harapan ku yang utama...kesuksesan hidup....
Oleh: Andin Adyaksantoro
02 September 2010
pagi yang cerah telah menampak kan diri kembali
mengintip perlahan dari singgasananya....
malu-malu....namun...tetap melangkah perlahan
memeluk dedauan hijau yang tersenyum geli....
Sinar cahaya mentari pagi telah memberi ku semangat baru lagi
tuk menyingsingkan lengan dan membasuh akal
untuk menggapai angan dan khayal yang terlanjur terpana
menatap pada pandangan tajam ku yang tersenyum bersahabat....
Kusalami pagi ini dengan semangat melangkah dan berlari
demi terwujudnya api harapan yang menggebu di dada
agar tak kan padam selamanya...
dengan terus memacu harapan dan semangat yang menyala-nyala...
Ku langkahkan kakiku menapak perjalanan hidup ku....yang indah
kulewati satu persatu kesulitan hidup yang ada
ku lewati satu persatu tangga tantangan yang ada...
dan semuanya kulalui dengan rasa syukur pada-Nya....
bahwa diriku masih di beri kesempatan untuk berkarya....
pagi ini ...semangat baruku ku pacu untuk lebih tajam lagi...
ku pacu diriku dalam tantangan dan peluang yang menghadang...
kuraih harapan yang ada...
dan kuraih pula...angan dan impianku yang membias...
demi terwujudnya ...harapan ku yang utama...kesuksesan hidup....
Langganan:
Postingan (Atom)