Puisi: Menuai desah haru
Yogyakarta, 25 Mei 2011
Oleh: Andin Adyaksantoro
Angin berbisik lirih dalam kebekuan yang menyelinap
menatap terpaku pada dinding yang membisu
menuai desah haru nan riang
meliuk dalam jemari nan bergelombang riang
Nada kata indah tersusun dalam salju nan memutih
menarikan tuts komputer dalam liuk yang mempesona
menggugah kalbu dalam sukma nan tersipu
merajut kasih dalam setangkai puisi nan merindu
Adakah hati yang tersirami embun pagi
adakah nada rindu yang mengundang kata tanya
terunjuk diri dalam kata nan terbias
mencari makna dalam syair kata nan tak berujung...
menepi dan melarutkan nada bisik lembut nan syahdu
meraih kemesraan dalam jemari nan melaju indah....