Rabu, 24 November 2010

Puisi: Biarlah Nuansa Ini

Puisi: Biarlah nuansa ini
Oleh: Andin Adyaksantoro
Jakarta, 25 Nopember 2010

Biarlah nuansa ini ...seperti yang dulu...
saat kau masih mematut diri dalam cermin di hatimu..
saat kau masih terlena dengan citra rasa dirimu...
saat kau...dengan wajah cantikmu...memandang diriku.....

Biarlah...angin ini membawa untaian kata berlian untuk dirimu..
biarlah...sang rintik hujan terus mengguyur basah bumi ini..
agar sang rerumputan hijau tetap segar mempesona hati...
agar nuansa ini..tetap abadi..di sanubari jiwamu yang anggun..


Ku biarkan semuanya berlalu dari mimpi indahku...
ku biarkan sang awan memutih tanpa noda di jendela hatiku
biarlah...lembaran kertas ini tetap putih berseri ...
biarlah sang Pujangga tetap menawan dengan sejuta puisinya...
asalkan...dirimu...tetap tersenyum ceria padaku...
itu sudah membuatku...selalu bergelora...ke padamu...

Memang ...hidup ini makin terasa indah..
makin terasa bermakna...
saat ku bertemu dengan dirimu..
dalam nunasa yang menyejukkan jiwaku...

Ku tatap sang langit yang membiru...
sinar mentari tersenyum ceria padaku...
menyambut pagi hari ku yang selalu mengucap syukur pada-Mu..
pada sang Pencipta langit dan bumi yang Maha Agung....

Sungguh indah hidup ini...
penuh dengan aneka bunga dan warna warni kehidupan...
yang harum mewangi..
dengan selalu memuji nama Indah-Mu yang Maha Kuasa
Sang Ilahi, yang Maha Agung